Pelatih ganda putri pelatnas bulu tangkis Indonesia, Karel Mainaky, menyatakan hasil yang diraih Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti serta Lanny Tria Mayasari/Amallia Cahaya Praitiwi tidak memenuhi ekspektasi. Melalui keterangan pers pada Minggu (11/1), Karel menegaskan kondisi tersebut menjadi dasar keputusannya untuk melakukan perombakan skuad ganda putri pelatnas.
"Kami sudah memberikan kesempatan beberapa pertandingan kepada Apri/Fadia dan Lanny/Tiwi, tapi hasilnya belum memuaskan dan saya kira sudah tidak bisa lagi diteruskan," katanya.
"Sebagai pelatih saya harus cepat mengambil keputusan jadi saya kembali putar menjadi Fadia/Tiwi dan Apri/Lanny," Karel, menambahkan.
Lebih lanjut Karel menjelaskan, perombakan pasangan dilakukan berdasarkan kebutuhan teknis masing-masing pemain. Menurutnya, Fadia memerlukan pasangan dengan kekuatan serangan dari belakang lapangan yang dinilainya dimiliki oleh Tiwi. Sementara itu, Apri membutuhkan partner yang mampu melakukan rotasi permainan sekaligus memiliki power, peran yang diyakininya dapat diisi oleh Lanny.
"Untuk pertandingan pertama setidaknya di Indonesia Masters 2026 nanti, harapan saya, ya, mereka bisa menyamai atau bahkan kalau bisa melebihi dua pasangan lainnya yang sudah lumayan progress-nya, Ana/Trias (Febriana Dwipuji/Meilysa Trias Puspitasari) dan Rachel (Allessya Rose)/Febi (Setianingrum)," paparnya.
Karel berpendapat, perombakan tersebut diharapkan dapat menciptakan persaingan internal yang lebih sehat dan ketat. Menurutnya, kompetisi yang meningkat di dalam tim akan menjadi faktor pendukung bagi ganda putri "Merah Putih" untuk kembali menembus level atas dunia.
Di sisi lain lanjutnya, untuk proyeksi menuju Asian Games 2026 di Jepang, ia mendorong Rachel/Febi serta Ana/Trias. Meski demikian, Karel menegaskan, kesempatan tetap terbuka bagi dua pasangan baru untuk bersaing dan menunjukkan performa terbaiknya. "Kalau memang mereka bisa melebihi, kenapa tidak," pungkasnya.


