Laga ini merupakan pertemuan kedelapan bagi kedua pemain. Putri unggul dalam catatan rekor pertemuan 5-2, dan ia tampaknya sudah dapat membaca pola permainan lawan dan menerapkan strategi yang tepat. "Secara keseluruhan, saya cukup puas dengan penampilan hari ini. Saya bisa mengeluarkan semua kemampuan saya. Di Australian Open 2025, saya bertemu dengan Sung, menurut saya hari ini dia bermain sangat safe. Sementara saya di gim pertama dan kedua masih banyak melakukan kesalahan sendiri," ujar Putri melalui siaran pers Humas PP PBSI.
"Di pertandingan tadi, saya lebih sering baca arah angin, karena arah anginnya agak berbeda dengan saat test court. Saya memang masih mencari pola main yang pas, tapi harus safe juga," kata pemain peringkat ke-7 dunia itu.
Ketika ditanya targetnya di Indonesia Masters 2026, Putri berharap bisa meraih gelar juara karena ada rasa penasaran belum bisa naik podium tertinggi di turnamen level Super 500. "Sangat termotivasi, karena saya sudah tiga kali dapat medali perak di level Super 500. Rasanya ingin banget juara di level Super 500 pertama saya di Indonesia," tuturnya.
Putri menjadi runner-up di tiga turnamen level Super 500 di Australian Open 2025, Hylo Open 2025, dan Hong Kong Open 2024. "Walaupun di Indonesia Masters 2026 tidak banyak pemain top 10, tapi persaingan di tunggal putri sudah sangat ketat. Pemain yang lebih senior dari saya sudah konsisten, pemain yang lebih junior bermain dengan cukup baik dan nggak mau kalah dengan pemain senior," kata Putri.
"Besok saya nggak tahu ketemu siapa, tapi pengin habis-habisan karena di rumah sendiri. Soal kondisi, bisa dibilang main di level Super 1000 dan 750 itu lawan-lawannya nggak mudah, saya juga belum bisa sampai semifinal. Ada sedikit lelah, tapi saya harus bisa mengontrol pikiran dan badan juga untuk recovery," Putri, menjelaskan.
Indonesia Masters 2026 adalah turnamen ketiga Putri pada bulan ini. Dua pekan sebelumnya, Putri tampil pada Malaysia Open 2026 dan India Open 2026 dan berakhir di perempat final pada kedua turnamen ini.



