"Saya rasa, cara kami bermain, baik dari segi taktik maupun pola pikir, sudah sangat baik. Kami terus melangkah maju dan melakukan hal yang benar, sambil saling mengingatkan bahwa meskipun kami tidak memenangkan pertandingan, itu tetap merupakan pendekatan yang tepat," ujar Bøje kepada wartawan, seusai laga berdurasi 40 menit tersebut.
Indonesia Masters 2026 menjadi turnamen ketiga beruntun bagi Christiansen/Bøje. Mereka mengawali musim kompetisi tahun ini pada Malaysia Open 2026 dan gagal melalui babak pertama. Namun, berikutnya pada India Open 2026, pasangan peringkat ke-10 dunia ini tampil sebagai runner-up. Christien menyatakan, ketika mereka mampu tampil baik dan siap secara mental, tren positif dalam permainan dapat terus berlanjut.
"Jadi, kami lebih memilih untuk terus maju daripada beristirahat karena kami tahu kami memiliki momentum saat ini," Christiansen, menegaskan.
Di sisi lain, tampil di Istora selalu meninggalkan kesan bagi kedua pemain. Riuh penonton kerap memompa semangat mereka saat bertanding, tetapi pada saat yang sama juga membuat keduanya acapkali kesulitan berkomunikasi sepanjang laga di arena legendaris ini. "Selain kondisi lapangan yang berangin, tetapi suasana di sini sangat berbeda dengan arena pertandingan di Eropa. Saking berisiknya, kami kesulitan untuk berbicara satu sama lain," tutur Bøje.
"Sering kali kami harus berteriak atau menjerit saat berbicara satu sama lain atau dengan pelatih," tambah pemain berusia 26 tahun tersebut.
Di babak empat besar, Sabtu (24/1), Christiansen/Bøje akan berhadapan dengan pasangan unggulan keenam, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu. Secara umum Christiansen menyatakan, untuk sementara waktu mereka memerlukan istirahat yang cukup, baru memikirkan strategi yang akan diterapkan melawan ganda campuran andalan tuan rumah tersebut. "Kita perlu waktu di fisioterapi. Dan kemudian kita akan mulai menonton beberapa video dan melihat beberapa taktik untuk besok," pungkasnya.



