Polytron Indonesia Open 2026 - BWF Apresiasi Inovasi Turnamen

Polytron Indonesia Open 2026 (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Polytron Indonesia Open 2026 (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Indonesia Open ‐ Created by EL

Jakarta | Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) memberikan nilai positif terhadap penyelenggaraan Polytron Indonesia Open 2026. Turnamen yang berlangsung pada 2-7 Juni di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta ini, disebut oleh BWF telah meningkatkan tolok ukur dan selalu mencoba sesuatu yang berbeda. Bagi BWF, ini adalah tanda yang baik karena setiap tuan rumah ingin menjadi yang terbaik, dan yang diuntungkan adalah pemain serta bulu tangkis itu sendiri.

"Selamat untuk panitia penyelenggara, PBSI, atas kesuksesan Polytron Indonesia Open 2026. Ini lebih dari ekspektasi kami. Salah satunya dari penggunaan LED dan kreativitas di baliknya sangat bagus," ujar Events Director BWF, Selvaam Supramaniam, melalui siaran pers Humas PP PBSI.

"BWF belajar banyak dari uji coba yang dilakukan di sini sehingga kami bisa mempersiapkan tuan rumah lain dan mempersiapkan diri kami sendiri untuk ke depannya," Supramaniam, menambahkan

Menurutnya, jargon "Pride of the Nation" yang diusung Polytron Indonesia Open 2026 tidak hanya merepresentasikan turnamen itu sendiri, tetapi juga mencerminkan kebanggaan bangsa. Semangat tersebut diwujudkan melalui antusiasme para pencinta bulu tangkis Indonesia yang menjadi bagian penting dari kesuksesan penyelenggaraan ajang tersebut. "Minggu ini kita melihat suporter datang dan menikmati acara, itulah kebanggaan bangsa yang sebenarnya," kata Supramaniam, yang juga menyebutkan bahwa jumlah hadiah uang turnamen level Super 1000 akan meningkat dan seluruh pertandingan di dua lapangan yang tersedia akan disiarkan secara langsung.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Polytron Indonesia Open 2026, Achmad Budiharto, menyampaikan, penyelenggaraan turnamen tahun ini selaras dengan "Pride of the Nation". Semangat tersebut, lanjutnya mencerminkan tekad untuk menghadirkan kebanggaan tidak hanya bagi masyarakat Indonesia sebagai tuan rumah, tetapi juga bagi BWF dan PP PBSI sebagai pemangku kepentingan utama dalam perkembangan bulu tangkis dunia dan nasional.

Budiharto juga menyampaikan, akan ada perbedaan signifikan dalam penyelenggaraan turnamen level Super 1000 pada tahun depan, karena durasi turnamen bertambah menjadi 11 hari.