Dalam pertandingan tersebut, Lai meraih kemenangan meyakinkan atas Toma Junior Popov dengan skor 21-8, 21-14 dalam waktu 36 menit, untuk memastiket tiket semifinal
Pebulu tangkis yang mencatat sejarah sebagai pemain Kanada pertama peraih medali pada BWF World Championships 2025 itu mengaku senang dengan pencapaian tersebut. Lai juga menilai, perjalanannya menuju empat besar tidak lepas dari faktor keberuntungan, termasuk mundurnya wakil Thailand, Kunlavut Vitidsarn, yang turut memengaruhi jalannya kompetisi menuju semifinal.
Pemain peringkat ke-14 dunia itu juga tidak terlalu memikirkan status unggulan maupun bagan pertandingan. Menurutnya, fokus utamanya adalah menghadapi siapa pun lawan yang berada di seberang net dan berusaha menampilkan permainan terbaik di setiap pertandingan.
"Saya sangat puas dengan penampilan hari ini. Pada gim kedua, lawan sempat bangkit dan mendapatkan momentum permainan, tetapi saya mampu menghentikannya serta mengembalikan jalannya pertandingan sesuai dengan yang saya inginkan," jelas Lai melalui laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).
"Ini merupakan pengalaman pertama saya bermain di Istora. Dua pertandingan terakhir menjadi laga dengan atmosfer paling ramai yang pernah saya rasakan. Situasi seperti itu membuat fokus benar-benar diuji karena suara penonton begitu besar. Terkadang saya kesulitan mendengar arahan pelatih, bahkan menjaga konsentrasi terhadap permainan sendiri. Namun, itu bagian dari pengalaman bertanding di arena yang luar biasa seperti Istora," Lai, memaparkan.
Di semifinal, Sabtu (6/6), Lai akan berhadapan dengan tunggal putra kawakan Taiwan yang juga unggulan keenam, Chou Tien Chen.


