Polytron Indonesia Open 2026 - Dominasi An Se Young Berlanjut

An Se Young (Djarum Badminton)
An Se Young (Djarum Badminton)
Indonesia Open ‐ Created by EL

Jakarta | Setelah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk melewati rintangan tunggal putri China, Chen Yu Fei, pada semifinal Polytron Indonesia Open 2026, pemain nomor satu dunia asal Korea Selatan, An Se Young, bertekad tampil lebih baik di partai puncak. Seusai laga semifinal yang menguras fisik dan mental tersebut, An tampak tidak sepenuhnya puas dengan penampilannya. Raut wajahnya menunjukkan kekecewaan, sekaligus tekad kuat untuk bangkit pada laga berikutnya.

Tantangan yang menantinya di final juga tidak ringan. Di seberang net telah menunggu rival lamanya asal Jepang, Akane Yamaguchi, salah satu pemain yang paling memahami cara menghadapi An. Dalam beberapa tahun terakhir, Yamaguchi dan Chen menjadi dua pemain yang paling sering dapat memaksa An bermain di bawah tekanan. Bahkan, sepekan sebelumnya di Singapore Badminton Open 2026, Yamaguchi kembali memberikan perlawanan sengit, tetapi pada akhirnya kalah dari tangan pemain "Negeri Ginseng" tersebut.

Namun, final di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (7/6), berlangsung berbeda. Setelah melewati gim pertama yang berlangsung ketat dengan skor 23-21, An tampil jauh lebih dominan pada gim kedua. Yamaguchi berupaya menyusun strategi untuk mengimbangi permainan lawannya tidak mampu menghentikan laju peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 itu. An melesat tanpa terbendung untuk mengunci kemenangan 21-12 sekaligus merebut gelar juara Polytron Indonesia Open 2026. 

Kemenangan dua gim langsung yang diraih hanya dalam 39 menit tersebut, menjadi gelar Super 1000 kesembilan dalam kariernya. "Saya terkesan dengan permainannya, karena dia semakin baik setiap kali saya bermain melawannya," kata Yamaguchi, dengan senyum seseorang yang tahu bahwa lawannya tak terkalahkan hari ini, sebagaimana dilaporkan laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). 

"Jika saya membandingkan pertandingan terakhir kami dan sekarang, dia semakin baik. secara mental dan teknis, semuanya lebih baik. Itulah mengapa saya tidak bisa berbuat banyak," Yamaguchi, menambahkan.

Dibandingkan dengan hari sebelumnya, sang juara tampak seperti beban telah terangkat dari pundaknya. An mengaku sangat bahagia atas keberhasilannya meraih gelar juara. Pencapaian tersebut, lanjutnya, terasa semakin istimewa karena diraih setelah melalui rangkaian kemenangan dalam banyak pertandingan sepanjang musim kompetisi tahun ini. "Setelah semifinal, saya mencoba untuk tidak terlalu memikirkan apa yang terjadi kemarin. Hari ini adalah kesempatan yang baru, jadi saya hanya fokus pada pertandingan dan apa yang harus saya lakukan di lapangan," katanya.