"Ini bukan sekadar turnamen, tetapi juga menjadi panggung pembuktian bagi atlet nasional untuk bersaing di level tertinggi," kata Ricky, dilansir Kompas, Rabu (15/5).
Ricky, yang telah empat kali menjuarai Indonesia Open, menyebut turnamen tersebut sebagai kesempatan bagi atlet meningkatkan performa dan pengalaman bertanding di level internasional. Bertanding di kandang sendiri, ia berharap, para atlet dapat memberikan kemampuan terbaiknya.
Terlebih, prestasi atlet nasional di ajang ini belum membuahkan hasil optimal. Atlet tuan rumah yang terakhir menyumbangkan gelar adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon pada 2021. Setelah itu, belum tercatat gelar baru lagi. Tahun lalu, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi hanya sampai partai puncak.
Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, akan mempersiapkan yang terbaik untuk Polytron Indonesia Open 2026. Pada Badminton Asia Championships 2026 yang ia ikuti baru-baru ini menjadi salah satu wadah pemanasan sebelum menjalani kompetisi pada Juni nanti. Dari ajang sebelumnya, ia mengevaluasi diri agar lebih fokus ke depan. "Karena Indonesia Open sebelumnya aku enggak punya perbandingan yang pasti, aku lebih menyiapkan latihan teknik dan fisik. Targetku podium,” ungkap pemain peringkat ke-6 dunia ini, dikutip Kompas.id.
Seperti Putri, Nikolaus Joaquin dan Febi Setianingrum juga berjanji memberikan performa terbaik dalam turnamen nanti. Nikolaus yang berpasangan dengan Raymond Indra, misalnya, belajar agar tidak terlalu terburu-buru dalam bertanding. Adapun Febi yang bertandem dengan Rachel Allessya akan tetap "galak" pada lawannya.
Atlet yang lebih senior, Jonatan Christie, ingin membuktikan Polytron Indonesia Open 2026 mencatat namanya di podium. Selain mempersiapkan diri dengan latihan, ia juga mendukung penyelenggara yang ingin menghidupkan kembali euforia Indonesia Open. Apalagi, hal itu dapat meningkatkan semangat atlet. "Saya pengin atmosfer dari Badminton Lovers (pencinta bulu tangkis) balik lagi agar olahraga ini kembali dinikmati. Apalagi, di situasi dunia yang sedang tidak baik-baik saja sekarang ini," ucap Jojo, sapaannya.
Dengan harga tiket yang lebih terjangkau, Jojo berharap, penonton lebih banyak datang ke Istora. "Kita main di rumah sendiri, di Istora, saya ingin main selama-lamanya di Istora. Sehingga saya harap Badminton Lovers itu bisa hadir, datang, meramaikan, dan mendukung kami semua, para atlet," pungkasnya.


