Polytron Indonesia Open 2026 - Pencapaian Semifinal Jadi Titik Balik Sabar/Reza

Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani (Djarum Badminton)
Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani (Djarum Badminton)
Indonesia Open ‐ Created by EL

Jakarta | Ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, menjadikan pencapaian semifinal Polytron Indonesia Open 2026 sebagai titik balik kebangkitan mereka. Dalam beberapa turnamen terakhir, penampilan pasangan non-pelatnas ini belum menunjukkan hasil yang signifikan, tak jarang mereka harus tersingkir di babak-babak awal.

Sabar/Reza sudah mencoba berbagai upaya untuk memupuk kembali rasa percaya diri mereka. Usaha Sabar/Reza perlahan mulai membuahkan hasil, tersebut. setelah pasangan peringkat ke-7 dunia itu melesat ke semifinal di turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 1000 kali ini. "Dari beberapa pertandingan sebelumnya, kami sangat kesulitan dengan pola permainan kami sendiri," tutur Reza melalui siaran pers Humas PP PBSI.

"Di babak pertama pun kami masih susah menemukan pola permainan. Tapi di babak selanjutnya kami lebih improve lagi dan sampai semifinal ini saya cukup bersyukur bisa membalikkan ya sedikit-sedikit mulai kembali lagi permainan kami," tambahnya. 

"Pastinya capaian ini bikin rasa percaya diri kami meningkat karena kami dari kemarin, kan, kalah di babak 16 besar terus, ada kadang di delapan besar. Jadinya masuk babak semifinal di Super 1000 di Indonesia Open pastinya senang dan mudah-mudahan ini menjadi titik balik confidence kami lagi," ujar Sabar. 

Sabar/Reza kalah dari Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di laga empat besar, Sabtu (6/6) malam WIB di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Permainan cepat pasangan muda itu menjadi hambatan bagi Sabar/Reza, ditambah lagi dengan kondisi lapangan yang berangin. "Mungkin tadi kami banyak tertekannya juga ya, dari pola permainan maksudnya. Kami banyak kalah adu di drive-nya dan mereka juga sangat menguasai pertandingan. Jadi untuk mengembalikan ke pola permainan kami juga agak sulit," ungkap Reza. 

Setelah kalah di gim pertama, sang pelatih, Hendra Setiawan memberikan instruksi kepada Sabar/Reza untuk menambah kecepatan dan lebih mengontrol permainan. Namun, upaya tersebut gagal sepenuhnya diterapkan oleh Sabar/Reza.  "Karena situasi dan kondisinya di Istora sekarang cukup berangin dan mungkin hari ini jauh lebih berangin dari kemarin, mau nggak mau kami harus mengimbangi speed-nya, karena kalau kami mainnya dengan pola reli, tidak memungkinkan dengan situasi kondisi seperti ini," ungkap Sabar. 

Sabar/Reza pun menyatakan harapannya agar Raymond/Joaqin dapat meraih gelar juara di partai puncak, Minggu (7/6), saat berhadapan dengan pasangan Malaysia, Nur Izzuddin/Goh Sze Fei.