Laga yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta ini, tercatat sebagai pertemuan pertama bagi kedua pasangan. Liu/Tan, pasangan peraih medali perak Olimpiade Paris 2024, memegang kendali permainan di hampir sepanjang pertandingan. Serangan-serangan tajam yang menjadi khas Liu/Tan, membuat Rachel/Febi kewalahan.
Setelah kehilangan gim pertama, Rachel/Febi tak menyerah begitu saja. Mereka berupaya meredam serangan-serangan Liu/Tan. Pertahanan yang solid pun ditunjukkan Rachel/Febi, beberapa kali mereka jatuh bangun mengembalikan bola yang diarahkan Liu/Tan ke area yang sulit dijangkau. Sempat memimpin 7-3 di gim kedua, tetapi Rachel/Febi tak dapat mempertahankan keunggulan.
"Kami beberapa kali salah pengertian di lapangan, di poin berikutnya pun sama. Komunikasinya lost di sini dan sudah dikoreksi sama pelatih," kata Rachel melalui siaran pers Humas PP PBSI.
"Dibilang puas, ya, harus puas dengan penampilan kami. Cuma tadi kami sudah unggul harusnya kami bisa ambil poin lebih banyak. Tapi masih banyak yang harus dipelajari," tambahnya.
Pertandingan empat besar ini ini memberikan banyak pelajaran berharga bagi Rachel/Febi. Menghadapi pemain berpengalaman seperti Liu/Tan memang dibutuhkan ekstra kerja keras, satu-dua serangan saja tak dapat menembus tembok pertahanan pasangan peraih gelar Juara Dunia 2025 tersebut. "Cukup banyak dapat pengalaman dari mereka juga. Mereka punya tekanan yang bikin kami kewalahan. Dari serangannya juga mereka sangat bagus," kata Febi.
"Pelajaran untuk kami, ketika buat kesalahan itu tidak usah terlalu dipikirkan terlalu lama dan harus cepat ngebalikin fokusnya lagi," tambah adik kandung pemain ganda campuran Jafar Hidayatullah tersebut.
Rachel/Febi tetap mengucap rasa syukur dapat lolos ke semifinal pertama mereka di turnamen level BWF World Tour Super 1000, terlebih mereka baru berpasangan sejak September 2025. "Ini kesempatan yang bagus, apalagi di rumah sendiri juga bisa. Menurut saya pribadi bukan hal yang mudah sampai sejauh ini. Tapi ada faktor karena dukungan dari penonton. Banyak pengalaman dan pelajaran yang bisa diambil dari pertandingan ini," demikian Rachel.


