Pada perempat final, Jumat (5/6), Ikkyu melanjutkan tren positifnya dengan menyingkirkan juara Singapore Badminton Open 2026, Alex Lanier. Kemenangan atas tunggal putra Prancis yang juga tengah berada dalam performa terbaiknya tersebut mengantarkan Ikkyu semakin dekat dengan peluang meraih hasil terbesar dalam kariernya di level Super 1000. "Kondisi pertandingan hari ini cukup sulit. Dalam situasi seperti itu, tidak mudah untuk meningkatkan performa, dan saya rasa kondisi tersebut lebih menguntungkan gaya permainan lawan," kata Lanier," dilansir laman berita Federasi Bulu Tangkis Dunia.
"Hari ini saya melakukan terlalu banyak kesalahan sendiri. Selain itu, secara taktik saya juga tidak mampu menjalankan permainan sesuai yang saya inginkan. Sebenarnya saya tahu apa yang harus dilakukan di lapangan, tetapi saya tidak bisa mengeksekusinya dengan baik. Terkadang, hal seperti itu memang bisa terjadi dalam pertandingan," ungkapnya.
Lanier juga menilai, Ikkyu memiliki kualitas permainan depan net yang sangat baik serta smes yang kuat. Selain itu, lanjutnya, Ikkyu sangat berbahaya ketika dapat mengembangkan permainannya dan mendapatkan kesempatan menyerang dari bola-bola angkat yang kurang sempurna dari lawan, "Jadi, ya, saya tidak terkejut dia berada di level ini, karena secara keseluruhan sangat, sangat sulit untuk melawannya. Dia sangat bagus," demikian Lanier.
Pada babak empat besar, Sabtu (6/6), Teeraratsakul akan menghadapi andalan tuan rumah, Jonatan Christie. Pertandingan tersebut akan menjadi pertemuan pertama bagi kedua pemain, sekaligus membuka peluang bagi Ikkyu untuk menguji kemampuannya menghadapi unggulan kelima turnamen tersebut, di hadapan publik Istora.


