"Aklimatisasi menjadi faktor krusial. Tim akan menjalani program aklimatisasi pada 24–28 Februari 2026 di Milton Keynes, yang berjarak sekitar 120 kilometer di sebelah selatan Birmingham. Selanjutnya, pada 1 Maret, tim akan berpindah ke kota Birmingham agar para atlet memiliki waktu adaptasi yang optimal dengan venue pertandingan," jelas Eng Hian melalui siaran pers Humas PP PBSI pada Minggu (22/2) siang.
Ia menambahkan, pemilihan lokasi aklimatisasi dilakukan dengan mempertimbangkan fasilitas latihan, kenyamanan atlet, serta efektivitas adaptasi menuju turnamen dengan tingkat persaingan tertinggi. "Kami ingin pemain benar-benar siap saat memasuki arena, baik secara fisik, teknis, maupun mental," tegasnya.
Sebanyak 24 atlet "Merah Putih" akan mengikuti ajang yang berlangsung pada 3–8 Maret, di Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Inggris tersebut. Turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 1000 ini sekaligus menjadi salah satu ajang paling prestisius dan bersejarah.
Induk organisasi olahraga bulu tangkis di Tanah Air itu menyebutkan, sebagai turnamen dengan level tertinggi, All England bukan sekadar ajang perebutan gelar, tetapi menjadi tolok ukur kualitas, konsistensi, dan mental juara seorang atlet. "Persaingan di level ini menuntut kesiapan maksimal dari seluruh aspek fisik, teknik, taktik, hingga mental, karena setiap pertandingan akan mempertemukan pemain-pemain terbaik dunia," tulis PP PBSI.


