Sabar/Reza harus bekerja ekstra keras selama 68 menit untuk mengunci kemenangan tiga gim 21-18, 19-21, 23-21. "Alhamdulillah bisa memenangkan pertandingan yang sangat tidak mudah. Benar-benar tough match tadi, benar-benar capek banget, pikiran capek, badan capek," ujar Sabar kepada tim Humas dan Media PP PBSI.
"Tapi bersyukur kami dikasih rejeki buat ke final. Mudah-mudahan besok di final bisa memberikan yang terbaik," tambahnya.
Sementara itu, menurut Reza, mereka sudah pernah menghadapi kedua pemain Taiwan tersebut, meski saat itu mereka masih berpasangan dengan rekan yang berbeda. Menurutnya, kombinasi baru yang dibentuk lawan memiliki karakter permainan yang lebih solid, terutama dari segi daya tahan dan tekanan yang mampu mereka berikan sepanjang laga, dibandingkan pasangan sebelumnya. "Kami sempat kewalahan juga menghadapi pola main mereka yang sangat-sangat agresif," ungkapnya.
Di sisi lain, Reza mengaku sangat senang dapat menembus final pertama mereka di pada musim kompetisi 2026. Pencapaian tersebut, menurutnya, menjadi suntikan kepercayaan diri setelah mereka melalui sejumlah turnamen dengan hasil yang tidak sesuai harapan.
Di final, Minggu (14/6), pasangan non-pelatnas itu bertemu wakil China, Chen Bo Yang/Liu Yi. Berdasarkan catatan head-to-head, kedua pasangan memiliki catatan yang seimbang, dengan masing-masing mengantongi satu kemenangan dalam dua pertemuan terakhir mereka. "Untuk besok, pastinya sekarang fokus recovery dulu lalu kami akan belajar dari pertemuan yang kemarin. Mudah-mudahan pola main yang kemarin di Indonesia Open bisa kembali diterapkan dengan baik," kata Sabar.
"Dan mudah-mudahan, kondisi kami bisa kembali fit 100 persen, besok," pungkasnya.



