Pada Australian Badminton Open 2025, Indonesia membawa pulang dua gelar juara dan empat titel runner-up. Bahkan, para wakil "Merah Putih" mendominasi partai puncak dengan terciptanya dua laga sesama pasangan Indonesia. Di sektor ganda putra, gelar juara diperebutkan antara Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, sementara di nomor ganda putri terjadi duel antara Rachel Allesya Rose/Febi Setianingrum dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.
Adapun dua dari empat titel runner-up Indonesia pada edisi 2025 diraih melalui Putri Kusuma Wardani di sektor tunggal putri yang kalah dari An Se Young, serta ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu yang gagal membendung pasangan Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei.
Ana/Trias -—panggilan bagi Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari-— menjadi wakil Indonesia pertama yang tampil dalam rangkaian laga final Australian Badminton Open 2026. Menghadapi unggulan teratas Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, pasangan runner-up edisi 2025 itu harus mengakui keunggulan lawannya asal China setelah kalah dua gim langsung 22-24, 13-21 pada pertandingan yang berlangsung di Quaycentre, Sydney, Minggu (14/6).
"Kami tetap mensyukuri hasil ini walaupun belum bisa upgrade. Positifnya di sini kami dapat suasana dan hawa pertandingannya, semoga ke depan bisa seperti ini terus," ujar Trias melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Alwi kemudian menjadi wakil Indonesia berikutnya yang tampil pada partai keempat dengan menghadapi tunggal putra China, Dong Tian Yao, yang datang ke final berbekal performa impresif sepanjang pekan. Tampil dominan, Alwi meraih kemenangan dua gim langsung dengan skor identik 21-13, 21-13 dalam durasi 43 menit, untuk merebut gelar juara sekaligus titel kampiun keduanya pada musim kompetisi tahun ini. "Saya bersyukur bisa meraih gelar Super 500 kedua, tapi perjalanan sesungguhnya adalah perjalanan berikutnya," tanggapnya.
"Gelar ini saya persembahkan untuk Indonesia. Bulu tangkis Indonesia, pastinya. Karena belakangan ini memang yang kita tahu, kita tengah menghadapi situasi yang amat berat dan saya harap bulu tangkis Indonesia bisa segera membaik," Alwi, menjelaskan.
Pada partai terakhir, ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, bertemu pasangan China, Chen Bo Yang/Liu Yi. Sabar/Reza menorehkan pencapaian positif dengan menembus final perdana mereka di Tur Dunia BWF 2026, setelah tampil impresif sepanjang pekan di Sydney. Namun, perjuangan pasangan non-pelatnas itu harus berakhir dengan status runner-up setelah kalah straight games 15-21, 19-21 dalam durasi 44 menit.
Sabar mengakui, Chen/Liu tampil jauh lebih baik dibanding pertemuan sebelumnya. Menurutnya, Chen/Liu bermain lebih aman, disiplin, dan memiliki pertahanan yang sangat rapat, sehingga menyulitkan mereka untuk mengembangkan permainan sepanjang pertandingan. "Walau belum berhasil juara, tapi pastinya hasil ini benar-benar sangat penting," katanya.
"Semoga jadi titik balik kami berdua untuk perform dan lebih percaya diri di kejuaraan-kejuaraan berikutnya," demikian Sabar.


