"Dari awal kami main sudah tertekan dan kami tidak bisa keluar dari tekanan tersebut," kata Adnan melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Adnan/Indah, setelah terhenti di babak pertama Orléans Masters 2026 usai kalah dari pasangan Jepang, Yuta Watanabe/Maya Taguchi, melalui tiga gim. Sementara itu, Ye/Nicole datang ke Ningbo dengan status pasangan juara All England 2026.
Adnan menilai, evaluasi utama terletak pada awal permainan yang harus lebih ditingkatkan, termasuk dalam segi pertahanan saat menghadapi serangan balik lawan, yang dinilainya masih kurang solid.
Hal hampir serupa juga dilontarkan oleh Indah. "Lawan dari segi serangannya bagus, hampir semua bola dapat di-cover oleh pemain laki-lakinya," pungkasnya.
Dengan kekalahan Adnan/Indah, Indonesia kehilangan dua wakil di nomor ganda campuran, setelah pasangan non-pelatnas Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti, dipaksa mengakui keunggulan pasangan Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran, di babak pertama. Mereka kalah dua gim langsung 9-21, 14-21.


