"Tidak mudah saya bisa melewati tekanan dan rasa tidak nyaman yang muncul di dalam diri saya," kata Alwi melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Pertarungan ketat dalam pertemuan kedelapan antara Alwi dan Justin langsung tersaji sejak awal gim pertama, dengan selisih poin yang tak pernah lebih dari tiga poin. Setelah Alwi unggul tipis 11-10 saat interval, Justin bangkit dan berbalik memimpin. Namun, Alwi mampu keluar dari tekanan pada momen krusial dengan mengantongi dua game point, kemudian menutup gim pertama dengan kemenangan 21-19 setelah smes Justin melebar.
Duel sengit kembali tersaji pada awal gim kedua, tetapi Justin mampu unggul tipis 11-9 saat interval. Pemain negeri jiran itu kemudian melanjutkan dominasinya dengan meraih lima poin beruntun untuk menjauh 16-10. Ia mengamankan enam game point kemudian menutup gim kedua dengan kemenangan 21-13.
Pada gim penentuan, Alwi mengambil alih kendali permainan dengan melesat melalui raihan lima poin beruntun untuk unggul 6-1, dan tetap memimpin 11-5 saat interval setelah pengembalian Justin melebar. Namun, selepas jeda, Justin bangkit dengan mencatatkan enam poin berturut-turut untuk menyamakan skor 11-11. Pertarungan ketat pun berlanjut dengan selisih poin yang tak pernah lebih dari dua angka, hingga Alwi mengamankan tiga match point pada kedudukan 20-17, lalu menutup gim ketiga dengan kemenangan 21-18.
"Alhamdulillah saya bisa mengontrol dan di akhir pertandingan saya mencoba lebih sadar, lebih menerima situasi dan akhirnya bisa memenangkan pertandingan," tanggap Alwi.
"Saya dan Justin sudah saling mengenal satu sama lain sejak junior, jadi ada gengsi lah pasti setiap ketemu. Sama-sama tidak mau kalah jadi permainannya selalu seru sih. Seperti rival di dalam lapangan," tambah atlet muda kelahiran Surakarta, Jawa Tengah tersebut.
Alwi menegaskan, tidak ada pertandingan yang mudah di turnamen ini, namun ia tetap percaya pada kemampuannya dan bertekad untuk berjuang semaksimal mungkin. "Saya mau tampil layaknya seorang petarung," pungkasnya.


