"Sangat senang dapat pengalaman bagus. Bagus hari ini, bisa main baik dari pemain nomor satu dunia," tanggap Devin kepada tim Humas dan Media PP PBSI, seusai pertandingan yang berakhir dengan skor 18-21, 16-21 itu.
Laga ketat dengan tempo cepat langsung tersaji pada awal pertandingan. Kombinasi serangan dengan kecepatan yang ditunjukkan Faathir/Devin membuat mereka unggul di sebagian besar paruh pertama gim pertama. Namun, kecerdikan penempatan bola dari Kim/Seo sempat menyulitkan hingga skor imbang 6-6. Meski demikian, Faathir/Devin tetap mampu menutup interval dengan keunggulan 11-7 dalam tempo delapan menit.
Selepas interval, Faathir/Devinsempat menjaga keunggulan dan mencatatkan margin terbesar pada kedudukan 14-9. Namun, sejumlah kesalahan pengembalian Devin yang menghantam net, dimanfaatkan Kim/Seo untuk memangkas ketertinggalan hingga menyamakan skor 14-14. Pertandingan kembali berjalan ketat, bahkan Faathir/Devin sempat menyamakan kedudukan 18-18 setelah sempat tertinggal.
Memasuki fase krusial, Kim/Seo tampil lebih tenang dan efektif dengan meraih dua poin beruntun untuk mengamankan dua game point, kemudian menutup gim pertama dengan kemenangan 21-18 dalam durasi 20 menit."Tadi kami seharusnya kami bisa ambil gim pertama karena sudah sempat unggul tapi kami belajar bagaimana cara mereka bisa membalikkan keadaan," kata Devin.
"Dari awal kami sudah menekan mereka karena kelihatan masih meraba-raba bagaimana pola main kami, cara main kami. Itu coba kami manfaatkan," Faathir, menambahkan.
Pada paruh pertama gim kedua, Faathir/Devin tampil lebih agresif dengan melancarkan berbagai serangan untuk menembus pertahanan solid Kim/Seo. Selisih poin pun ketat, tak pernah lebih dari dua poin, tetapi Faathir/Devin mampu meraih keunggulan tipis 11-10 saat interval.
Selepas jeda, Kim/Seo mampu meredam permainan menyerang yang menjadi andalan Faathir/Devin sejak awal, dengan lebih sabar menunggu momen untuk melancarkan serangan balik. Strategi tersebut membuahkan hasil ketika mereka mencatatkan keunggulan terbesar pada gim kedua di kedudukan 18-14. Selain itu, Dominasi Seo di depan net juga membuat Faathir/Devin kesulitan mengembangkan pola permainan. Kim/Seo akhirnya menutup gim kedua dengan kemenangan 21-16 setelah pengembalian Faathir menyangkut di net.
Meski kalah, Devin cukup puas dengan penampilan mereka pada laga delapan besar kejuaraan kontinental perorangan ini. "Bisa ke perempa tfinal juga pencapaian yang tidak buruk bagi kami," pungkasnya.


