"Alhamdulillah, perasaannya senang. Karena ini baru pertama kali kami tembus babak semifinal di Kejuaraan Asia, tapi perjuangan belum usai masih ada babak berikutnya," tanggap Tiwi kepada tim Humas dan Media PP PBSI.
Pada kesempatan tersebut Tiwi juga menyebutkan, kekalahan pada pertemuan sebelumnya disebabkan kurangnya fokus meski sempat unggul di awal. Oleh karenanya, lanjutnya, pada laga kali ini, mereka berupaya menjaga konsentrasi serta mengantisipasi permainan reli panjang Iwanaga/Nakanishi.
Tiwi/Fadia langsung melesat pada awal gim pertama dengan mencatatkan keunggulan 8-1. Mereka tampil dominan dan mampu mempertahankan keunggulan hingga interval dengan skor 11-2 dalam tempo lima menit. Namun, selepas jeda, Iwanaga/Nakanishi bangkit dan memperkecil ketertinggalan menjadi selisih lima poin.
Namun, Tiwi/Fadia mampu menghentikan momentum duo "Negeri Sakura" itu setelah pengembalian Nakanishi melebar. Mereka kemudian kembali memperlebar keunggulan, mengantongi delapan game point, dan menutup gim pertama dengan kemenangan 21-12 dalam durasi 17 menit.
Pada gim berikutnya, Tiwi/Fadia menghadapi perlawanan lebih ketat dengan reli-reli panjang yang mendominasi paruh pertama. Meski sempat imbang 6-6, duo "Merah Putih" tetap mampu menjaga keunggulan hingga interval dengan skor 11-8. Selepas jeda, dominasi mereka berlanjut dan sempat mencatatkan keunggulan terbesar pertama pada gim kedua di kedudukan 15-10.
Tiwi/Fadia kemudian melanjutkan tren positif dengan memanfaatkan sejumlah kesalahan lawan, termasuk pengembalian yang menyangkut di net. Pasangan peringkat ke-19 dunia itu akhirnya menutup gim kedua dengan kemenangan 21-16 setelah pukulan Iwanaga pada poin terakhir jatuh di luar lapangan.
"Tembus semifinal level Super 1000, pastinya senang karena kami baru dipasangkan, tapi kami mau secepatnya bermain di top level. Semoga ini bisa menjadi batu loncatan," tanggap Fadia.
Ia juga menyatakan, pertandingan berjalan sesuai dengan pola yang diinginkan, sekaligus menjadi kemenangan perdananya atas Iwanaga/Nakanishi setelah dalam pertemuan sebelumnya dengan pasangan berbeda, ia selalu mengalami kekalahan. "Mendominasi sejak awal, kami lebih mengontrol ketenangan di lapangan dan menjaga komunikasi," ungkap pemain asal PB Djarum ini.
Pada semifinal, Sabtu (10/4), Tiwi/Fadia akan menantang pasangan tuan rumah yang juga ganda putri nomor satu dunia, Liu Sheng Shu/Tan Ning. Inilah semifinal ketiga Tiwi/Fadia pada musim kompetisi tahun ini, setelah menjuarai Thailand Masters 2026 dan menembus babak empat besar German Open 2026. "Untuk besok, mainnya mau nothing to lose dan lebih nekat," demikian Tiwi.


