"Hari ini kami agak lambat adaptasinya, kalah di fokusnya juga karena beberapa kali ada bola yang kami mau sudah jalan malah kaminya error," kata Amri melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Feng/Huang langsung tampil menggebrak di hadapan publik sendiri dengan mengendalikan permainan pada paruh pertama gim pertama dan unggul 11-5 saat interval dalam tempo tujuh menit. Dominasi mereka berlanjut selepas jeda hingga mengantongi 10 game point, lalu mengunci kemenangan gim pertama dengan skor 21-10.
Pada awal gim kedua, Amri/Nita melesat dalam perolehan poin dan unggul 7-1. Namun, Feng/Huang dapat menghentikan momentum positif yang dibangun oleh Amri/Nita, beberapa kali membuat skor imbang, dan berbalik unggul saat interval dengan skor 11-10. Duel ketat tercipta setelah jeda, hingga kedudukan sama kuat 14-14.
Selepas itu, Feng/Huang terus membangun momentum dengan meraup poin demi poin, termasuk memanfaatkan kesalahan Amri/Nita seperti pukulan yang menyangkut di net dan pengembalian yang melebar. Mereka telah memiliki lima match point dan langsung mengunci kemenangan gim kedua 21-15, setelah smes silang Feng tak mampu dikembalikan Nita.
Amri mengakui, kualitas pukulan Feng/Huang yang sangat baik dan matang, sehingga membuat mereka kesulitan mengembangkan permainan. Ia juga menilai, kegagalan memanfaatkan momentum membuat kepercayaan diri menurun, dan membuat mereka terus berada dalam tekanan dan tidak nyaman sepanjang pertandingan. "Kami harus bisa lebih cepat adaptasi dengan pola lawan yang misalnya sudah tidak sesuai dengan rencana kami. Kami harus bisa semua pola permainan yang dipakai di lapangan. Itu yang masih kurang," ujarnya.
Sementara itu, Nita berpendapat, celah permainan Feng/Huang sangat kecil untuk dimanfaatkan. Ia menyebut baik dalam bertahan maupun menyerang, pasangan tuan rumah itu sudah mampu membaca arah permainan dengan sangat baik. "Kami terlalu lama untuk membaca polanya dan masih kalah sabar," pungkasnya.


