"Setelah recovery semaksimal mungkin kemarin sekarang saya pastinya siap, diturunkan atau tidak karena memang kan semua untuk kepentingan tim seperti apa. Jadi memang yang penting, ya, pikirannya siap main dulu," tuturnya melalui siaran pers Humas PP PBSI, Senin (2/2).
"Apa yang akan saya bawa dengan menjadi kapten akan sama dengan kapten sebelum-sebelumnya. Maksudnya belajar juga dari dulu, dari Koh Hendra (Setiawan), dari Fajar (Alfian). Memberi masukan segala macam seperti apa terus juga melihat sehari-harinya," Anthony, menambahkan.
Anthony menegaskan, komunikasi yang kuat dan kekompakan antaranggota tim menjadi faktor utama yang harus dijaga. Ia berpendapat, apa pun situasi pertandingan yang akan dihadapi serta apa pun hasilnya, seluruh pemain harus tetap berdiri sebagai satu kesatuan tim. "Tidak ada yang saling menyalahkan," ujarnya.
Tim bulu tangkis Indonesia tak memiliki waktu banyak usai menjalani sejumlah turnamen Tur Dunia BWF sejak awal Januari 2026. Beberapa di antara anggota tim putra maupun tim putri sudah berada di Qingdao sejak Minggu (1/2). Sementara tujuh pemain lainnya terbang dari Bangkok, Thailand, usai final Thailand Masters 2026.
Ketujuh pemain tersebut adalah Moh. Zaki Ubaidillah (Ubed), Leo Rolly Carnando, Bagas Maulana, Raymond Indra, Nikolaus Joaquin, Siti Fadia Silva Ramadhanti, dan Amallia Cahaya Pratiwi. Namun, persiapan jelang laga pertama tidak terganggu. Terutama tim beregu putra yang mengawali laga Grup D melawan Myanmar pada Selasa (3/2).


