Leo/Bagas, yang baru saja tiba di Qingdao sehari lalu setelah menempuh perjalanan melalui udara dari Bangkok, Thailand, dipercaya menjadi ganda kedua pada laga pembuka ini. Mereka dapat menuntaskan pertandingan melalui dua gim 21-4, 21-17 atas Phyo Thurain Kyaw/Lal Zuidika. "Di gim pertama kami langsung menekan, karena kami belum tahu standar lawan bagaimana, jadi tidak mau lengah," kata Leo melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Gim kedua, karena kami belum sempat latihan, jadi lebih banyak mencoba-coba pukulan. Lebih `ngenakin` lagi, tapi tetap jaga poinnya jangan sampai kebablasan karena, kan, lawan juga bermain cukup bagus," tambahnya.
Sementar itu, Bagas menegaskan, dengan menjuarai Thailand Masters 2026 tidak membuatnya cepat berpuas diri. Karena mereka memilih kembali memulai dari nol dan menjaga semangat untuk menghadapi tantangan berikutnya pada BATC 2026. "Tetap fokus untuk menyumbang poin untuk tim dan Indonesia, walau kondisinya belum fit 100 persen setelah baru sampai tadi malam dari Bangkok," ujarnya.
"Kami harus pintar-pintar jaga kondisi, tidur harus cukup, dan makannya harus mencukupi gizi. Itu kuncinya," tambah Leo, menimpali komentar partnernya.
Berikut hasil pertandingan beregu putra Grup D antara Indonesia dan Myanmar:
- MS1: Prahdiska Bagas Shujiwo vs. Htut Hein 21-14, 21-19
- MS2: Anthony Sinisuka Ginting vs. Nyan Shaine Lin 21-5, 21-11
- MS3: Richie Duta Richardo vs. Lal Zuidika 21-5, 21-2
- MD2: Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat vs. Hein Htut/Phone Htet Zaw 21-13, 21-12
- MD1: Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana vs. Phyo Thurain Kyaw/Lal Zuidika 21-4, 21-17


