"Memang sejauh ini kondisi sudah pulih setelah Indonesia Masters, saya juga sudah siap main hari ini," tuturnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Anthony menegaskan, tim beregu putra "Merah Putih" tidak memandang remeh Myanmar dan tetap menjaga fokus, terlepas siapa pun lawan yang dihadapi. Dengan persiapan yang telah dijalani, termasuk adaptasi kondisi lapangan, mereka berupaya tampil maksimal dan menerapkan permainan sesuai dengan rencana yang sudah disiapkan sebelumnya. "Jadi hari ini coba untuk mengembangkan permainan," ungkapnya.
Di lain sisi, lanjutnya, komposisi pemain yang diturunkan pada laga ini dipengaruhi kondisi Moh. Zaki Ubaidillah alias Ubed yang baru tiba dari Bangkok, Thailand, pada malam sebelumnya, dan masih membutuhkan waktu pemulihan sebelum bertanding.
Sebagai kapten tim, Anthony menilai Prahdiska Bagas Shujiwo yang dipercaya turun sebagai tunggal pertama meraih pengalaman berharga, mengingat tantangan bertanding dalam format beregu jauh berbeda dengan nomor individu. Terlebih, Bagas harus memikul peran sebagai pembuka laga sekaligus melakoni pertandingan perdananya pada pekan ini, yang menambah tingkat kesulitan di lapangan.
"Memang banyak hal, faktor-faktor non-teknis yang bikin main juga jadi kurang lepas tapi memang bersyukurnya dia bisa mengatasi dengan baik. Cukup senang melihat Bagas tadi bisa keluar dari tekanan di gim kedua," jelasnya.
Pada laga pembuka tersebut, meski diliputi rasa grogi, Bagas mampu menyumbang poin perdana bagi tim beregu putra "Merah Putih", berkat kemenangan atas Htut Hein melalui dua gim 21-14, 21-19.


