"Hari ini kami masih mencari pola-pola permainan karena dari kemarin pertandingan terakhir di Thailand, shuttlecock-nya berbeda, kondisi cuaca juga berbeda. Di Thailand panas, di sini sangat dingin, jadi masih butuh adaptasi," jelas Rian kepada tim Humas dan Media PP PBSI.
"Semoga setelah pertandingan hari ini, untuk ke depan mau dimainkan atau tidak, bisa selalu siap," tambahnya.
Sementara itu, Rahmat berharap pengalaman membawa Indonesia menjuarai Badminton Asia Mixed Team Championships tahun lalu di arena pertandingan yang sama, dapat menjadi modal penting untuk kembali mengulang prestasi, sekaligus meraih hasil maksimal pada ajang kali ini. "Semoga kami bisa selalu kasih yang terbaik semuanya, siapa pun yang diturunkan," katanya.
Bagi Rian, keikutsertaannya bersama Rahmat dalam kejuaraan beregu menjadi pengalaman baru, mengingat keduanya untuk kali pertama bermitra di ajang beregu, sekaligus menghadapi tantangan tampil dengan partner berbeda. "Semoga dengan partner baru ini bisa terus menjaga permainan, bisa menjaga performa, dan juga harapannya bisa terus menunjukkan tren positif," katanya.
"Setelah kemarin di Thailand juga hasilnya juga tidak buruk-buruk amat dengan masuk semifinal dan kalah dari yang juara, Leo/Bagas," demikian Rian.
Kemenangan Rian/Rahmat membuat Indonesia memperlebar keunggulan menjadi 4-0 atas Myanmar, setelah tiga sektor tunggal sebelumnya, Prahdiska Bagas Shujiwo, Anthony Sinisuka Ginting, dan Richie Duta Richard, lebih dulu mengamankan poin dengan masing-masing melalui kemenangan dua gim langsung.


