Pemain asal PB Djarum itu mengungkapkan, Lal dikenal sebagai pemain ganda saat tampil pada Badminton Asia Junior Championships, sehingga ia sudah mengantisipasi gaya permainan cepat yang cenderung minim reli panjang ketika beralih ke nomor tunggal. "Saya lebih seperti melambatkan tempo saja," tuturnya kepada tim Humas dan Media PP PBSI.
Kemenangan Richie memastikan keunggulan tim beregu putra Indonesia menjadi 3-0 atas Myanmar. Dua poin sebelumnya disumbangkan Prahdiska Bagas Shujiwo yang menaklukkan Htut Hein dengan skor 21-14, 21-19, serta Anthony Sinisuka Ginting yang tampil dominan saat mengalahkan Nyan Shaine Lin melalui dua gim langsung 21-5, 21-11.
"Ini pertama kali ikut beregu di level senior. Pastinya tekanannya lebih berbeda. Di senior lebih banyak pemain-pemain yang kelas elite dunia, kan, jadi pasti ya harus dapet banyak pelajaran, belajar dari pemain-pemain itu," tanggapnya.
"Pastinya senang dan bangga perdana bisa jadi wakil Indonesia di turnamen Asia senior," demikian Richie.


