"Pasti ada rasa penyesalan, ada rasa marah, dan tentu ada rasa kesal, dengan hasil hari ini. Tapi kami harus kembali melihat ini sebagai bagian dari proses kami berdua," katanya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Saya dan Lanny memang baru menjalani beberapa pertandingan bersama, sejauh ini baru tiga turnamen. Jadi masih banyak hal yang harus kami benahi. Ke depan, ketika kami sedang berada di momentum yang baik, kami harus bisa lebih konsisten," Apri, menambahkan.
Mengenai laga melawan Osawa/Tanabe, peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu menyatakan, di gim kedua mereka sebenarnya sempat unggul. Namun, keunggulan tersebut justru terkejar hingga skor 15-15, lalu mereka kembali tertinggal 15-17.
Ia menilai, pada momen krusial itu mereka kurang konsisten dan tidak cukup tenang dalam mengambil keputusan di lapangan. "Jadi memang masih banyak proses yang harus kami jalani bersama sebagai pasangan," ujarnya.
Sementara itu, Lanny mengakui, di gim kedua mereka sebenarnya sudah menemukan pola permainan sejak awal dan unggul lima poin di pengujung gim kedua. Namun, setelah itu mereka lengah. Osawa/Tanabe mulai mengejar dan menyamakan kedudukan, sementara ia dan Apri justru kehilangan ritme dan gagal mengendalikan permainan. "Itu yang harus menjadi evaluasi kami, terutama dalam menjaga fokus dan ketenangan saat sudah unggul supaya ke depan tidak terulang lagi," pungkasnya.


