Imbas Laga Malam di Basel

Alwi Farhan (Humas PP PBSI)
Alwi Farhan (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Jakarta | Alwi Farhan melanjutkan penampilan impresifnya pada Swiss Open 2026 dengan menyingkirkan unggulan teratas Li Shi Feng pada laga semifinal yang berakhir menjelang tengah malam, Sabtu (14/3). Waktu istirahat yang minim seusai menjalani pertandingan melawan wakil China tersebut, berdampak pada kondisi fisiknya saat tampil di partai puncak menghadapi Yushi Tanaka.

Keesokan harinya, dalam laga final berdurasi 43 menit yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Swiss tersebut, tunggal putra andalan Indonesia itu kalah straight games 18-21, 12-21. Pelatih tunggal putra utama pelatnas bulu tangkis Indonesia Indra Wijaya menuturkan, kondisi Alwi pada laga final itu tidak berada pada level optimal setelah menjalani laga semifinal hingga partai terakhir. 

Meski tidak menjadikannya sebagai alasan utama, ia melihat Alwi kesulitan melakukan pemulihan secara cepat dari satu reli ke reli berikutnya, sehingga performanya terlihat cukup tertekan. "Sebabnya itu, semifinal main terakhir, selesai itu hampir jam 12. Recovery, apa segala macam, pulang hotel mungkin jam setengah satu malam," ungkapnya kepada wartawan pada pekan ini di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta.

"Sempat dipaksain recovery, makan, apa semuanya. Jadi saya tahu dia recovery, dan apa pun semuanya itu. Jam delapan pagi bangun lagi. Jadi tidurnya praktis mungkin sekitar 6 jam," Indra, menuturkan.

Lebih lanjut Indra menyebutkan, waktu pemulihan Alwi terbilang sangat terbatas karena harus kembali bertanding pada siang hari di final. Ia menilai, jadwal yang padat membuat proses pemulihan fisik tidak berjalan optimal, sehingga berdampak pada performa Alwi. "Kelihatan dari reli ke relinya, kok nggak balik-balik? Biasanya, kan, beda lah," ujarnya. 

Indra menyatakan, pihaknya akan mengantisipasi kebutuhan pemulihan fisik lebih optimal pada Badminton Asia Championships 2026 yang berlangsung pekan depan di Ningbo, China, menyusul pengalaman di Basel. Menurutnya, situasi jadwal padat seperti itu tergolong jarang terjadi, mengingat pertandingan hingga larut malam yang langsung diikuti laga keesokan harinya bukan kondisi yang umum.

Ia juga memastikan telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penampilan Alwi dan Moh. Zaki Ubaidillah dari sejumlah turnamen dalam rangkaian tur Eropa belum lama ini. Indra menyebut, hasil evaluasi tersebut menjadi dasar untuk melakukan berbagai perbaikan dalam dua pekan terakhir sebelum bertolak ke China. "Pastinya ada yang harus diperbaiki dan diingatkan lagi," pungkasnya.