"Permainan hari ini banyak kurang puasnya, harusnya bisa lebih baik. Banyak kesalahan sendiri, banyak tidak tenangnya," kata Rachel melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Secara umum Rachel menilai, permainan Jia/Zhang mengalami perubahan dibandingkan saat kedua pasangan bertemu pada semifinal Australian Badminton Open 2026. Menurutnya, duo negeri tirai bambu tersebut, kali ini, tampil lebih agresif dengan lebih sering melancarkan serangan dan mengurangi permainan bertahan melalui reli-reli panjang. "Itu yang terlambat kami sadari dan menjadi kesalahan," tuturnya.
Sementara itu, Febi mengungkapka, bahwa mereka mulai menemukan pola permainan yang efektif pada gim kedua. Menurutnya, keduanya berupaya menghindari permainan dengan banyak mengangkat kok serta mengambil inisiatif menguasai area depan untuk meredam permainan Jia/Zhang. "Tapi di gim ketiga kami kurang konsisten dengan pola tersebut," ungkapnya.
Kekalahan tersebut membuat Indonesia kini hanya menyisakan satu wakil di sektor ganda putri pada turnamen level BWF World Tour Super 750 ini. Sebelumnya, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti juga tersingkir di babak pertama, sehingga harapan "Merah Putih" kini bertumpu pada Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari yang telah memastikan tiket ke babak delapan besar, setelah lawan mereka di babak 16 besar, Liu Sheng Shu/Tan Ning, mengundurkan diri akibat cedera.
Seusai menyelesaikan kiprah di Japan Open 2026, Rachel/Febi langsung mengalihkan fokus ke China Open 2026 yang berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, Jiangsu, China, 21–26 Juli. Berdasarkan hasil undian sementara, mereka kembali bertemu dengan Jia/Zhang pada babak 32 besar. "Harus disiapkan lagi ketenangannya, fokusnya ditingkatkan sejak awal dan konsisten dengan penerapan pola yang diinginkan," demikian Febi.


