Orléans Masters 2026 - Langkah Ginting Terhenti

Anthony Sinisuka Ginting & Chou Tien Chen (Humas PP PBSI)
Anthony Sinisuka Ginting & Chou Tien Chen (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Orléans | Semifinal Swiss Open 2026 dan babak 16 besar Orléans Masters 2026 menjadi catatan pencapaian Anthony Sinisuka Ginting dalam dua turnamen terakhir pada rangkaian tur Eropa musim ini. Tunggal putra Indonesia tersebut tidak memasang targetnya secara spesifik, tetapi ia menegaskan ambisinya untuk dapat menembus 20 besar dunia pada akhir 2026.

Anthony, yang kini menempati peringkat ke-47 dunia, harus mengakui keunggulan pemain senior Taiwan, Chou Tien Chen, pada laga yang berlangsung Rabu (20/3) dini hari WIB. Ia kalah straight games 14-21, 10-21 dalam durasi 38 menit dari unggulan teratas turnamen level BWF World Tour Super 300 tersebut. Hasil itu juga menandai kemenangan ketujuh Chou dalam 17 pertemuan melawan Anthony.

"Secara keseluruhan, bisa dibilang pola permainan dari awal sampai selesai, dia yang kontrol semua. Memang masuk ke pola permainan dia semua," tuturnya kepada tim Humas dan Media PP PBSI, seusai laga yang digelar di Palais des Sports, Orléans, Prancis tersebut.

"Sudah mencoba buat adu semua strategi, tapi, ya, kurang bisa cerdik dalam menyusun strategi yang tepat dan melakukannya. Hari ini Chou bermain lebih baik," Anthony, menambahkan.

Anthony menilai, konsistensi Chou yang tetap mampu bersaing di level atas menjadi pelajaran berharga baginya, terutama dalam menjaga kondisi fisik agar tetap prima demi menunjang performa di lapangan. "Maksudnya, fokusnya lebih ke strategi di lapangan, tidak terpecah," katanya.

Pada sisi lain, ia menegaskan belum ingin memikirkan target terlalu jauh, meski tetap memiliki sasaran pribadi yang ingin dicapai. "Saya ingin kembali ke top 20 tahun ini dan itu jadi acuan tujuan saya," demikian Anthony.

Dengan hasil tersebut, Indonesia dipastikan tidak menyisakan wakil di nomor tunggal putra. Pada hari yang sama, skuad "Merah Putih" juga kehilangan dua wakil lainnya, yaitu ganda putri unggulan kelima Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari serta ganda campuran Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana, yang sama-sama terhenti pada babak kedua.