"Hari ini kami bermain cukup tegang dan karena mereka pasangan baru jadi ada pola dan gaya permainan baru yang membuat kami cukup kebingungan," kata Febi kepada tim Humas dan Media PP PBSI, seusai pertandingan yang berlangsung di Palais des Sports, Orléans, Prancis itu.
Nakade/Takahashi langsung menggebrak dengan meraih tiga poin beruntun pada awal gim pertama. Nakade tampil impresif melalui variasi dropshot dan permainan depan yang efektif, sehingga menyulitkan Rachel/Febi pada paruh awal gim. Mereka pun memimpin 11-6 saat interval dalam tempo tujuh menit.
Selepas interval, Rachel/Febi masih kesulitan membendung tekanan Nakade/Takahashi, yang terus memperlebar keunggulan, termasuk mencatat margin terbesar pada kedudukan 15-7. Pasangan anyar "Negeri Sakura" itu kemudian mengamankan 10 game point, lalu menutup gim pertama dengan kemenangan 21-10.
Memasuki gim kedua, Nakade/Takahashi kembali membuka permainan dengan meraih tiga poin beruntun. Namun, Rachel/Febi mampu bangkit dan mengimbangi permainan hingga menyamakan kedudukan 6-6, lalu berbalik unggul 11-7 saat interval. Rachel/Febi bahkan sempat mencatat keunggulan terbesar dengan selisih lima poin pada skor 12-7.
Namun, variasi pukulan dropshot yang menjadi andalan Nakade serta kecerdikan Takahashi dalam menempatkan bola ke ruang kosong membuat mereka bangkit hingga menyamakan skor 17-17. Mereka berbalik unggul dan mengantongi satu match point, yang digagalkan Rachel/Febi hingga memaksakan setting. Pada fase krusial, Nakade/Takahashi meraih match point kedua, kemudian memastikan kemenangan 22-20 setelah smes Takahashi gagal dibendung Febi.
Febi mengakui, Nakade/Takahashi memiliki variasi permainan yang beragam serta penguasaan permainan depan yang solid, sehingga membuat mereka kerap ragu dalam mengembalikan bola. "Kami harus belajar bagaimana menjaga poin ketika sudah unggul. Sayang tadi di gim kedua sudah lumayan poinnya tapi terkejar," tuturnya.
"Dari sini kami harus lebih siap dan dikuatkan lagi posisi bertahannya apalagi dengan kondisi shuttlecock yang kencang. Harus lebih tenang lagi," demikian Rachel.


