"Alhamdulillah bersyukur dengan hasil ini, di gim pertama saya tidak bisa keluar dari tekanan lawan. Lawan hari ini bermain sangat bagus dan berani," tutur pemain kelahiran Pati, Jawa Tengah ini, melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Gim kedua saya sudah mencoba dan mengikuti tempo lawan, tetapi saya tetap tidak bisa keluar dari tekanan, banyak bola buangan saya yang tanggung dan lawan bisa memanfaatkan itu," Bagas, menambahkan.
Bagas mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam pertandingan tersebut, tetapi kembali ia mengakui kesulitan keluar dari tekanan permainan Sun. Menurutnya, pemain peringkat ke-175 dunia itu tampil lebih berani menyerang, mampu mempercepat tempo permainan, dan bermain sangat rapi dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi.
"Tekanan pasti ada dan hari ini saya tidak bisa bermain seperti biasa. Ke depannya mungkin saya harus menambah power saya dan masih banyak lagi yang harus saya evaluasi," pungkasnya.
Bagas memulai turnamen dengan mendapatkan bye di babak 64 besar, lalu tak pernah kehilangan satu gim pun dalam tiga pertandingan berikutnya melawan Kong Zhou Swin (Malaysia), Kuo Kuan Lin (Taiwan), dan Choi Jihoon (Korea Selatan). Ia melaju ke final setelah menang walkover di babak empat besar atas Park Sang Yong (Korea Selatan).
Ia menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang menembus final Ruichang China Masters 2026, setelah tunggal putri Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi dan ganda putri Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu, tersisih di semifinal, Sabtu (14/3).


