Dalam perebutan tiket semifinal yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, Alwi menang dua gim langsung 21-14, 21-15. Ia mengucap syukur dan menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang telah membantunya hingga mencapai semifinal. "Semua berkat kerja keras. Bukan hanya diri saya, tapi juga pelatih, tim pendukung, dan juga doa orang tua saya," jelasnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Tapi jalan masih panjang, masih ada besok melawan Li Shi Feng di semifinal. Saya akan menyiapkan untuk yang terbaik," Alwi, menambahkan.
Pemain peringkat ke-14 dunia itu menilai, Jason sempat beberapa kali berada dalam tekanan sepanjang pertandingan. Ia mengaku hanya berusaha menjalankan pola permainan sesuai instruksi pelatih. "Saya menjaga terus fokusnya," katanya.
Alwi memulai turnamen dengan kemenangan atas wakil China, Hu Zhe An, dengan skor 21-18, 21-10. Ia kemudian menyingkirkan Jia Heng Jason Teh asal Singapura melalui pertarungan dua gim 21-17, 22-20. Laga melawan Jason di babak empat besar menjadi kemenangan tercepat yang ia bukukan pada turnamen ini, yaitu dalam waktu 42 menit. Sepanjang perjalanan menuju semifinal, Alwi selalu menuntaskan pertandingan dalam dua gim, yang menurutnya cukup membantu dalam menghemat tenaga.
Meski demikian, ia menilai kondisi fisik yang terjaga belum tentu menjamin penampilan di lapangan akan selalu berjalan optimal. Karena itu, ia tetap berupaya menjaga fokus dan menjalankan pola permainan sesuai instruksi pelatih pada setiap pertandingan. "Kalau kondisi jelek, belum tentu main bisa jelek juga jadi apapun kondisinya, yang penting siap tempur saja," pungkasnya.
Menjelang semifinal, Alwi tercatat belum pernah meraih kemenangan atas Li. Dalam satu-satunya pertemuan sebelumnya di babak pertama China Masters 2025, ia harus mengakui keunggulan lawannya tersebut setelah kalah dengan skor 16-21, 9-21.


