"Catatan untuk Raymond/Joaquin, pada dua partai final tersebut performa mereka tidak tampil seperti pada babak-babak sebelumnya. Hal ini akan menjadi bahan evaluasi bersama antara saya, Raymond/Joaquin, pelatih, serta tim pendukung setelah kembali ke Jakarta," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, melalui keterangan pers Humas PP PBSI pada Senin (2/2) di Jakarta.
"Yang pasti, peningkatan kondisi fisik harus dilakukan untuk mendukung performa dan prestasi mereka agar mampu bersaing di turnamen-turnamen dengan level yang lebih tinggi," katanya.
Di final Indonesia Masters 2026 belum lama ini, Raymond/Joaquin harus mengakui keunggulan pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. Mereka kalah kalah dua gim langsung 21-19, 21-13 dalam pertandingan yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Satu pekan berselang, pasangan muda tersebut kembali meraih status runner-up di Thailand setelah kalah dua gim 10-21, 17-21 dari senior mereka, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. Adapun bagi Leo/Bagas, gelar tersebut sekaligus mengakhiri puasa juara sejak awal September 2024. Ganda putra peringkat ke-16 dunia itu pun menandai kebangkitan performa dengan meraih gelar Super 300 pertama mereka pada Thailand Masters 2026, setelah menjuarai turnamen level Super 500 Korea Open 2024.
"Pencapaian prestasi Leo/Bagas di Thailand Masters 2026 ini saya harapkan dapat menjadi awal dari kembalinya performa terbaik mereka. Semoga hasil ini bisa menjadi momentum untuk meningkatkan kepercayaan diri dan prestasi mereka ke depan," demikian Eng Hian.


