"Pertama-tama, Alhamdulillah bisa memenangkan pertandingan hari ini untuk membuat selisih menjadi 4-0. Yang pasti tadi lebih menyesuaikan lapangan," kata Fajar melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI, Sabtu (25/4) dini hari WIB.
"Di sini laju shuttlecock lumayan kencang jadi jarang sekali banyak bola reli dan bermain bertahan. Di sini harus benar-benar bagaimana caranya untuk menyerang," Fajar, menambahkan.
Sementara itu, Fikri mengaku antusias bisa memperkuat tim Indonesia pada Piala Thomas 2026, terlebih kali ini ia berpasangan dengan Fajar. "Yang pasti saya pribadi ingin selalu menampilkan yang terbaik," tanggapnya.
Pada kesempatan tersebut, Fajar menilai, Thailand yang menghuni grup yang sama dengan Indonesia, tampil impresif usai mengalahkan Prancis. dengan dua sektor ganda mereka turut menyumbang poin. Ia juga menyoroti kembalinya Dechapol Puavaranukroh yang berpasangan dengan Ruttanapak Oupthong, sehingga kekuatan Thailand dinilai tidak boleh diremehkan. "Semoga siapa pun nanti yang diturunkan bisa memberikan yang terbaik," ujarnya.
Pada laga pertama, Jonatan Christie membuka jalan bagi tim Indonesia dengan meraih kemenangan pertama. Jojo, sapaannya, mengalahkan Adel Hamek dengan skor 21-8, 21-16 dalam tempo 28 menit. Alwi Farhan, tunggal kedua, membuka tren kemenangan dan membawa Indonesia unggul 2-0, setelah meraih kemenangan atas Abderrahmie Belarbi dengan skor 21-8, 21-7 hanya dalam tempo 22 menit.
Tunggal ketiga Anthony Sinisuka Ginting membawa Indonesia unggul 3-0 atas Aljazair. Ia membutuhkan waktu selama 28 menit untuk meraih kemenangan dua gim langsung 21-8, 21-6 atas M. Abdelaziz Ouchefoun.


