"Pemilihan dua pasangan untuk melawan Korea yang akan saya turunkan ini sudah yang terbaik setelah melalui observasi dan diskusi dengan seluruh tim pendukung berdasarkan hasil latihan terakhir," ucap Karel Mainaky melalui siaran pers Humas PP PBSI, Sabtu (2/5) dini hari WIB.
"Kenapa Ana/Tiwi dikembalikan? Karena memang mereka yang paling siap saat ini, sementara Fadia dan Trias tidak dalam kondisi terbaiknya," Karel, menambahkan.
Ana/Tiwi bertemu ganda peringkat ke-3 dunia, Lee So Hee/Baek Ha Na. Rekor pertemuan keduanya adalah 1-2 untuk keunggulan Lee/Baek, tetapi di pertemuan terakhir mereka di ajang Kejuaraan Dunia 2025, Ana/Tiwi meraih kemenangan dua gim langsung 21-16, 21-15. Ini tentunya menjadi modal yang bagus untuk mengarungi ketatnya laga ini.
Di kesempatan terpisah, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelatnas PBSI Eng Hian mengapresiasi pencapaian tim Uber Indonesia yang sukses menembus babak semifinal. Ia juga berpesan kepada tim untuk tetap tampil all out dan berani kala bertemu Korea. "Tentunya saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas perjuangan tim Uber yang berhasil lolos ke semifinal setelah mengalahkan Denmark dengan skor 3-1," ujarnya.
"Di semifinal bertemu Korea pastinya tidak mudah. Di atas kertas secara peringkat tim Korea lebih unggul tapi kita harus tetap tampil all out, berani dan bisa mengeluarkan kemampuan yang terbaik. Semoga adik-adik besok bisa tenang dan menikmati pertandingan," demikian Eng Hian.
Pertemuan terakhir antara Indonesia dan Korea di Piala Uber terjadi dua tahun lalu di Chengdu, China. Kala itu, Indonesia menang tipis 3-2, juga di babak empat besar. Berikut susunan pemainnya:
- WS1: Putri Kusuma Wardani vs. An Se Young
- WD1: Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi vs. Baek Ha Na/Lee So Hee
- WS2: Thalita Ramadhani Wiryawan vs. Sim Yu Jin
- WD2: Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum vs. Jeong Na Eun/Kim Hye Jeong
- WS3: Ester Nurumi Tri Wardoyo vs. Kim Ga Ram


