"Pasti senang banget karena bisa terpilih untuk menjadi perwakilan tunggal putri untuk Uber. Dan pasti excited juga, sih," kata Dhinda melalui siaran pers Humas PP PBSI, Senin (20/4).
"Saya di sini menjadi anggota termuda dan rasanya excited. Tidak mau dijadikan beban dan mau mencoba enjoy," ujar Thalita, yang baru berusia 18 tahun.
Selain pematangan teknik dan penguatan fisik, dukungan dari para pemain senior turut menyempurnakan persiapan kedua pemain asal Jaya Raya Jakarta tersebut. "Pasti kakak-kakak saya ngasih support penuh buat saya, apapun itu saya terus didukung. Kami juga terus membaur, menyatu komunikasi dan chemistry-nya dan tidak ada gap," jelas Thalita.
"Setiap hari kami selalu ada sharing dan ngobrol. Kakak-kakak di sini berusaha bikin tim nyaman dan terbuka satu sama lain" Dhinda, menambahkan.
Keduanya sepikiran, menjadikan momen tim Indonesia melaju ke final Piala Uber 2024 sebagai inspirasi untuk tampil baik di edisi ini. "Jadi dua tahun lalu, saya nonton di televisi dan itu keren banget sih perjuangannya," kata Dhinda.
"Saya juga ingin merasakan momen seperti itu jadi mau menyumbang poin untuk Indonesia bila diturunkan dan membawa tim Uber Indonesia melangkah sejauh mungkin," pungkasnya.


