"Pastinya senang karena ini merupakan gelar juara pertama saya tahun ini. Dengan Ju-Sheng Cheng kami pernah bertemu di Indonesia IC I 2025 dan saya berhasil ambil kemenangan, jadi saya sudah tahu pola mainnya dan apa saja yang perlu disiapkan jelang laga final tadi," katanya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Pada awal gim pertama, kedua pemain langsung terlibat dalam permainan reli panjang. Namun, sejumlah kesalahan Cheng, seperti pengembalian yang melebar dan pukulan yang menyangkut di net, dimanfaatkan Richie untuk meraih poin beruntun hingga unggul 11-7 pada interval.
Memasuki paruh kedua gim pertama, duel reli panjang kembali terjadi, tetapi Richie tampil lebih sabar dengan menunggu momen yang tepat untuk menyerang. Ia mencatatkan keunggulan terbesarnya pada skor 15-8, mengamankan tujuh game point pada kedudukan 20-13, lalu menutup gim pertama dengan kemenangan 21-13.
Berbeda dengan gim pertama, perebutan poin pada awal gim kedua berlangsung ketat. Namun, Richie mampu melanjutkan tren performa positif pada paruh pertama gim kedua dan unggul 11-7, setelah memaksa Cheng tak berkutik melalui penempatan bola ke area kosong untuk merebut poin terakhir sebelum interval.
Dominasi pemain asal PB Djarum itu berlanjut setelah interval dengan mencatatkan keunggulan terbesarnya pada gim kedua saat memimpin 16-9. Ia kemudian meraih empat poin beruntun untuk mengamankan sembilan championship point, lalu menutup gim kedua dengan skor 21-14 setelah pengembalian Cheng melebar.
Pada turnamen bulu tangkis level International Challenge ini, Richie tak kehilangan satu gim pun sejak babak 64 besar. Ia mengalahkan Tushar Suveer (India), Chiang Tzu Chieh (Taiwan), Yoo Tae Bin (Korea Selatan), Riku Hatano (Jepang), hingga Hae Deun Kim (Korea Selatan). Kemenangan di final juga menjadi yang kedua bagi Richie atas Cheng, setelah pertemuan perdana mereka pada babak 64 besar Indonesia IC I 2025 di Yogyakarta.
Hasil ini sekaligus mengakhiri paceklik gelar juara Richie sejak terakhir kali menempati podium teratas Thailand International Challenge 2025 pada pertengahan Agustus lalu. "Gelar ini saya persembahkan untuk keluarga, tim tunggal putra pratama, dan orang-orang yang sudah memberikan dukungan kepada saya selama ini," kata pemain berperingkat ke-89 dunia itu.
"Target ke depannya, saya mau juara di level BWF super 100, supaya saya bisa naik ke tunggal putra utama dan bisa naik ke level pertandingan yang lebih tinggi lagi," demikian Richie.


