Kedua pemain baru saja pulang dari Ningbo, China, setelah mengikuti Badminton Asia Championships 2026. Di babak pertama, mereka langsung berhadapan dengan pasangan Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran dan kalah dua gim langsung 9-21, 14-21.
"Masih banyak kurangnya. Jadi memang banyak perlu dievaluasi. Pastinya banyak belajar dari pemain-pemain top 5, top 10. Itu semua nggak gampang dan pastinya butuh kerja keras," kata Bobby kepada Djarum Badminton.
Meski mendapat banyak pelajaran dari penampilan pada kejuaraan kontinental perorangan itu, Melati menilai, mereka terus beradaptasi menghadapi laga-laga awal di HYDROPLUS Sirkuit Nasional A Jawa Timur 2026. Setelah mendapat bye di babak pertama, mereka meraih kemenangan di babak berikutnya atas Kleopas Binar Putra Prakoso/Rachel Agnesia Sabatini dari Pelatprov PBSI Jawa Timur dengan skor 21-15, 21-14.
Melati juga menyoroti kembalinya Rehan Naufal Kusharjanto yang kembali berpasangan dengan Gloria Emanuelle Widjaja. Meski berada di bawah naungan klub yang sama, ia mengakui persaingan tetap terbuka di antara pasangan-pasangan tersebut, untuk meraih podium tertinggi pada seri pembuka Sirnas musim ini. "Kita tetap enjoy dalam bermain, tetapi tetap fokus juga," kata Bobby.
"Ya, menurut saya Rehan cepat banget (pemulihan cedera). Maksudnya dari jatuh, cedera, dan sekarang bisa main lagi, progresnya sangat cepat. Jadi kita lebih ke hati-hati (dengan permainan Rehan)," demikian Melati.



