"Memang ini bukan hasil terbaik. Jika kita melihat kembali Indonesia Masters tahun lalu, kita juga memiliki dua finalis, tetapi dari pemain senior. Tahun ini, mayoritas semifinalis berasal dari pemain muda yang sebelumnya belum banyak diperhitungkan," ujar pria yang biasa disapa Didi ini melalui siaran pers Humas PP PBSI.
Alwi keluar sebagai juara setelah mengalahkan wakil Thailand, Panitchapon Teeraratsakul, pada laga final yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (25/1). Pada laga puncak tersebut, Alwi menunjukkan dominasi penuh dan memastikan kemenangan dua gim langsung 21-5, 21-6. Gelar ini menjadi pencapaian istimewa bagi Alwi.
Sementara itu, ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin harus mengakui keunggulan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin di partai puncak. Pasangan muda "Merah Putih" itu kalah dua gim langsung 21-19, 21-13 dan menempati podium runner-up untuk kali pertama pada musim kompetisi tahun ini.
Induk organisasi olahraga pukul bulu ini menyatakan, meski gagal meraih gelar juara, perjalanan Raymond/Joaquin tetap menjadi catatan positif. Pasangan juara Australian Open 2025 tersebut menunjukkan potensi besar setelah menyingkirkan dua pasangan senior Indonesia, yaitu Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri serta Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani, dalam perjalanan menuju final.
Hasil pada Indonesia Masters 2026 akan menjadi bahan evaluasi dan persiapan menuju Indonesia Open yang memiliki level BWF World Tour Super 1000 dan tentu saja degan persaingan lebih tinggi. "Tentunya kami akan melakukan evaluasi dan menyusun program supaya kapasitas kemampuan yang juga berprestasi di Indonesia Master ini bisa berprestasi lagi di Indonesia Open," pungkasnya.


