Pada pertandingan yang berlangsung sengit tersebut, Raymond/Joaquin tampil all-out menghadapi perlawanan Fajar/Fikri. Atmosfer luar biasa dari publik Istora turut menambah kepercayaan diri pasangan muda Indonesia tersebut.
Joaquin mengungkapkan, atmosfer pertandingan sudah terasa luar biasa sejak awal laga. Namun, ia juga mengakui, di gim pertama mereka kurang mampu mengantisipasi pola permainan lawan. "Tadi, permainan kita saya rasa cukup all-out. Di gim pertama, kita kurang mengantisipasi permainan dari mereka. Mereka terus memaksakan pola menyerang," ujarnya melalui siaran pers Humas PP PBSI.
Ia menambahkan, tekanan dari Fajar/Fikri membuat mereka kesulitan mengembangkan permainan. "Jadi kurang bisa mengantisipasi. Di gim kedua poinnya cukup ketat, kita juga sempat tertinggal terus," lanjutnya.
Joaquin juga mengakui masih melakukan sejumlah kesalahan sendiri sepanjang pertandingan. Namun, ia berusaha terus memotivasi diri dan mendapat dukungan penuh dari Raymond sebagai pasangannya. "Sampai gim terakhir pun masih banyak melakukan kesalahan sendiri. Jadi saya hanya memotivasi diri sendiri untuk terus maksimal, dan partner saya juga terus menyemangati," ucapnya.
Memasuki gim kedua dan ketiga, Raymond/Joaquin tampil lebih berani dan agresif. Mereka bertekad bermain habis-habisan, mengingat Fajar/Fikri juga menunjukkan permainan dengan intensitas tinggi. "Karena kita habis-habisan, mereka pasti juga sama. Jadi kita maunya habis-habisan sekalian saja, dan puji Tuhan bisa menyelesaikannya," tutur Joaquin.
Hal senada disampaikan Raymond. Ia menilai permainan mereka sudah berjalan sesuai rencana, terutama setelah mampu memperbaiki kesalahan yang terjadi pada gim pertama. "Mainnya sesuai rencana. Walaupun di gim kedua masih ada kesalahan sendiri, tapi di gim ketiga kita lebih berani karena sudah tahu bagaimana pola permainan di Indonesia Masters," ujar Raymond.
Terkait adanya perang psikologis sepanjang pertandingan, Joaquin menegaskan bahwa ia hanya fokus memaksimalkan setiap peluang yang ada, terutama pada pertandingan penting, seperti perempat final. "Kalau saya, sih, memaksimalkan saja. Mungkin hanya di sini kita bisa maksimal, jadi ya saya mau memaksimalkan setiap peluang," ungkapnya.
Penampilan Raymond/Joaquin juga mendapat pengakuan dari Fajar Alfian. Menurutnya, pasangan muda tersebut memiliki kecepatan dan kekuatan yang menjadi modal penting untuk berkembang ke depan. "Mereka sangat luar biasa. Mereka mempunyai speed dan power yang baik," kata Fajar.
Sementara itu, Muhammad Shohibul Fikri mengakui keunggulan Raymond/Joaquin yang tampil lebih bertenaga sepanjang pertandingan. Ia pun berharap pasangan muda tersebut dapat meraih hasil terbaik di turnamen ini. "Tadi pertandingannya cukup alot, capek, dan berat. Mereka (Raymond/Joaquin) sangat muda, lebih bertenaga, lebih cepat, dan daya juangnya sangat bagus," tutur Fikri.
Di semifinal, Sabtu (24/1), Raymond/Joaquin akan kembali menghadapi wakil Indonesia lainnya, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. Pasangan non-pelatnas itu memastikan tiket semifinal setelah menyingkirkan pasangan Malaysia, Man Wei Chong/Kai Wun Tee, melalui kemenangan dua gim langsung dengan skor 22-20, 21-19.



