Klik untuk informasi semua lapangan

Polytron Indonesia Open 2026 - Joaquin Janji Maksimal di Istora

Jonatan Christie, Febi Setianingrum, Putri Kusuma Wardani, & Nikolaus Joaquin (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Jonatan Christie, Febi Setianingrum, Putri Kusuma Wardani, & Nikolaus Joaquin (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Indonesia Open ‐ Created by EL

Jakarta | Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menjadi salah satu ganda putra andalan Indonesia pada Polytron Indonesia Open 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 2–7 Juni di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Namun, Joaquin mengakui, tantangan besar menanti mereka mengingat turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 1000 itu dipastikan menghadirkan persaingan ketat dengan kualitas pemain kelas dunia.

"Kalau harapannya pasti pengin penampilkan yang terbaik, kan, apalagi kita main sebagai tuan rumah, di Istora. Pastinya saya pengin main selama-lamanya main di Istora. Memang memang itu nggak mudah karena memang atlet-atlet lain pun maunya juga mau juara juga," papar Joaquin kepada wartawan, saat sesi jumpa pers di Jakarta, Selasa (14/4).

Akhir Januari lalu, Raymond/Joaquin tampil untuk kali pertama di hadapan publik sendiri di Istora GBK saat Indonesia Masters 2026. Meski pasangan muda "Merah Putih" tersebut gagal meraih podium tertinggi, capaian itu tetap meninggalkan kesan positif dalam perjalanan karier mereka.

Joaquin pun berharap, mereka dapat kembali menampilkan performa yang baik dan berharap dapat melampaui hasil pada Indonesia Masters 2026, saat pasangan peringkat ke-17 dunia itu berlaga pada Polytron Indonesia Open 2026. "Yang pasti, saya dan pasangan saya akan bermain maksimal, tampil maksimal untuk masyarakat Indonesia," tegasnya.

Joaquin mengakui, pencapaian positif yang diraih sepanjang tahun lalu terasa berjalan begitu cepat, mulai dari menjuarai kejuaraan nasional hingga menembus podium Australian Open 2025 pada pengujung musim. Ia menambahkan, sejak awal musim ini mereka juga telah tampil di sejumlah turnamen level tinggi yang termasuk dalam rangkaian Tur Dunia BWF. "Kalau menurut saya, melihatnya bagus banget. Kalau bisa cepat, kenapa nggak, kan?" ujarnya.

"Namun, memang bagaiman acara kita untuk naik ke atasnya itu, dan memang sangat tidak mudah untuk menembus level top itu," demikian Joaquin.