Para pelatih menyambut positif program aklimatisasi yang digagas oleh PP PBSI menjelang digelarnya turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut. Dengan tiba lebih awal, proses adaptasi terhadap perubahan waktu, kondisi suhu serta cuaca diharapkan bisa lebih maksimal. "Menurut saya sangat bagus kita bisa berangkat lebih awal. Pengaruhnya cukup besar untuk anak-anak," kata pelatih ganda putra pelatnas bulu tangkis Indonesia, Antonius Budi Ariantho, melalui siaran pers Humas PP PBSI pada Selasa (24/2).
"Dengan begini, saat bertanding nanti kendala seperti jetlag atau perubahan cuaca yang ekstrem bisa teratasi. Di sana kan cuacanya dingin sementara di Jakarta panas, ada waktu penyesuaian lah," Anton, menambahkan.
Lebih lanjut Anton mengungkapkan, akan digelar program latihan selama tiga hari program aklimatisasi, yang menitikberatkan pada simulasi pertandingan. "Undian, kan, sudah keluar jadi nanti sambil menjalankan program aklimatisasi, menu latihannya sudah masuk ke pra-kompetisi yang banyak game," ujarnya.
Hampir senada dengan Anton, pelatih tunggal putra Indra Widjaja juga mendukung penuh langkah induk organisasi olahraga bulu tangkis tersebut dalam menggelar mini training camp. "Saya rasa ini positif terutama masalah penyesuaian waktu dan juga perjalanan panjang dari Indonesia ke Inggris, recovery-nya bisa lebih bagus," katanya.
"Membawa Alwi (Farhan) pertama kali ke All England, saya berpesan bahwa ini melalui proses-proses pertandingan yang belum dan baru akan dilalui. Memang kata orang, All England itu suasana atau atmosfernya angker tapi apapun juga, saya rasa ini pengalaman yang baik untuk dia," Indra, berpesan.
Dari 20 atlet pelatnas berlaga pada All England 2026, hanya ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang absen dari program aklimatisasi ini. Keduanya saat ini tengah berlaga pada German Open 2026.


