All England 2026 - Kekecewaan dan Penyesalan Terry/Gloria

Gloria Emanuelle Widjaja (Humas PP PBSI)
Gloria Emanuelle Widjaja (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Birmingham | Kekalahan di babak pertama All England 2026 menjadi hasil terburuk yang dialami ganda campuran Hee Yong Kai Terry/Gloria Emanuelle Widjaja sejak kali pertama mereka bertanding pada akhir Januari lalu. Pasangan "gado-gado" asal Singapura dan Indonesia itu telah tampil dalam empat turnamen, dengan pencapaian terbaik menembus semifinal German Open 2026.

Terry/Gloria dipaksa angkat koper lebih dini dari All England 2026 setelah kalah dari wakil China yang juga pasangan unggulan teratas, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, Selasa (3/8). Berlaga di Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Inggris tersebut, pasangan beda negara itu kalah tiga gim 21-18, 18-21, 19-21.

"Pasti kecewa tidak bisa menang, tapi kami sudah mencoba 100 persen. Kami berjuang di setiap poin, tapi di akhir-akhir memang saya kurang tenang," tutur Terry kepada tim Humas dan Media PP PBSI, seusai pertandingan berdurasi 81 menit tersebut.

Terry mengakui, sejak hasil undian dirilis, mereka sudah menyadari laga yang dihadapi tidak akan mudah. Meski demikian, keduanya tetap melihat peluang dan memilih untuk terus berjuang, dengan berusaha menikmati setiap poin sepanjang pertandingan.

Pada kesempatan tersebut, Terry mengapresiasi bantuan dari pemain ganda campuran Malaysia, Goh Soon Huat, serta pelatihnya, yang duduk di bangku pelatih dan memberikan berbagai masukan pada laga ini. "Pelatih kami tidak bisa ke sini. Kami berteman baik jadi sangat senang mereka bisa membantu dan memberikan masukan-masukan," tuturnya. 

Sementara itu, Gloria menyoroti kegagalan mereka dalam memanfaatkan peluang di pengujung gim penentuan. Setelah skor sama kuat 15-15, Feng/Huang mampu keluar dari pertarungan ketat dan memimpin 17-15. Namun, Terry/Gloria mampu mengejar hingga 17-17 dan berbalik unggul 19-17 setelah memanfaatkan kesalahan lawan. Meski demikian, Feng/Huang tetap tenang di momen penentuan, menyamakan kedudukan, mengamankan satu game point, dan akhirnya memastikan kemenangan melalui skor tipis 21-19 pada gim ketiga.

"Pasti di poin krusial itu, kan, kami berpikir ada peluang (untuk menang). Kami pasti mau ambil, tapi kami tidak bisa kontrol kemauannya. Jadi mainnya kurang tenang, kurang pas sentuhannya. Lebih non-teknisnya tapi secara keseluruhan kami sudah mencoba yang terbaik. Penyesealannya mungkin di poin akhir saja tidak bisa take over," ujar Gloria. 

Terry/Gloria membuka musim kompetisi 2026 dengan menembus perempat final Indonesia Masters 2026. Pada turnamen berikutnya, langkah mereka terhenti di babak kedua Thailand Masters 2026. Adapun capaian terbaik pasangan ini dalam empat turnamen terakhir adalah menembus semifinal German Open 2026 pada pekan lalu. "Empat turnamen bersama Terry menjadi pengalaman yang baru untuk saya dan mungkin juga untuk dia," tanggap Gloria.

"Dengan typical mindset yang berbeda, antara saya dengan Terry, dengan pelatih saya dan dengan pelatih dia Terry jadi itu bisa jadi pelajaran baru buat saya dan jadi bagian sejarah cerita kehidupan. Senang, sih," pungkasnya.