Dalam laga semifinal Australian Badminton Open 2026 yang berlangsung pada Sabtu (13/6) di Quaycentre, Olympic Boulevard, Sydney, Australia, Yamaguchi menundukkan pemain kawakan asal India, Pusarla V. Sindhu melalui straight games 22-20, 21-12.
Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) melalui lamannya pada Sabtu (13/6) melaporkan, setelah melewati gim pertama yang berlangsung ketat, Yamaguchi dapat mengambil alih kendali pertandingan dengan mengandalkan pertahanan solid yang menjadi ciri khas permainannya. Ia merasa mampu menjaga kualitas pertahanan sepanjang laga dan memanfaatkannya secara efektif untuk meredam serangan Sindhu. Pebulu tangkis berusia 29 tahun itu juga mengungkapkan, sejumlah penyesuaian taktik yang diterapkannya dalam beberapa pekan terakhir mulai menunjukkan hasil positif di lapangan.
"Dalam beberapa pertandingan terakhir, saya memang mencoba lebih sering mengarahkan pukulan ke area tubuh lawan untuk memancing kesalahan. Strategi itu cukup efektif dan kembali berhasil saya terapkan pada pertandingan kali ini," ungkap Yamaguchi.
Dengan peluang meraih gelar juara yang kembali terbuka di depan mata, Yamaguchi termotivasi untuk terus meningkatkan performanya. Ia berharap, tren positif yang ditunjukkannya dalam beberapa pekan terakhir dapat berlanjut hingga partai puncak dan membawanya meraih hasil terbaik di Sydney. "Belakangan ini, permainan saya semakin membaik dan hasil yang saya raih secara bertahap pun semakin baik. Jadi saya menantikan untuk bermain di final lagi besok," katanya,
"Tentu saja saya lelah, tetapi saya rasa kondisi saya juga tidak buruk," Yamaguchi, menambahkan.
Yang akan menjadi lawan Yamaguchi dalam perebutan gelar juara turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 500 itu adalah wakil Thailand, Pornpawee Chochuwong. Pada laga semifinal, unggulan kedua tersebut menggagalkan terciptanya final sesama pemain Jepang setelah mengalahkan juara edisi 2017, Nozomi Okuhara, melalui rubber game 21-18, 11-21, 21-12 dalam waktu 66 menit.
Pencapaiannya melaju ke final membuat Pornpawee tampil di final pertamanya sejak menjadi runner-up pada Thailand Open 2025. Hasil tersebut juga menjaga harapan Thailand untuk meraih gelar juara tunggal putri pertama di Australian Badminton Open, setelah kali terakhir wakil negeri "Gajah Putih" yang mencapai final sektor ini adalah Nitchaon Jindapol pada edisi 2013.


