Dalam laga final di Quaycentre, Sydney, Minggu (14/6), Ana/Trias kalah dua gim 22-24, 13-21 dari pasangan unggulan teratas itu. Hasil ini sekaligus menjadi capaian runner-up kedua secara beruntun bagi Ana/Trias di Australian Badminton Open 2026. "Di gim pertama tadi memang dari awal kami sebenarnya sudah pegang permainan, tapi pada saat poin-poin kritis itu butuh ketenangan yang lebih lagi dan lebih sabar lagi," tutur Ana kepada tim Humas dan Media PP PBSI.
"Kami malah jadi terburu-buru ketika unggul. Di gim kedua coba lagi tapi mereka sudah lebih siap," tambahnya.
Ana/Trias tampil menjanjikan pada awal gim pertama dengan membuka keunggulan 7-3 dan memimpin 11-5 saat interval. Namun, Jia/Zhang perlahan bangkit dengan meningkatkan tempo permainan hingga mampu menyamakan kedudukan 18-18 dan berbalik unggul. Ana/Trias mampu memaksakan setting dan menggagalkan tiga game point lawan. Meski demikian, Jia/Zhang akhirnya mengamankan gim pertama 24-22 dalam 32 menit setelah serangan mereka gagal dikembalikan dengan sempurna oleh pasangan Indonesia.
Memasuki gim kedua, Ana/Trias langsung membuka keunggulan 4-0, tetapi Jia/Zhang segera merespons untuk menyamakan skor menjadi 4-4. Usai skor imbang 7-7, Jia/Zhang mulai mengambil alih kendali permainan dan menutup interval dengan keunggulan 11-8.
Selepas jeda, Jia/Zhang tampil dominan dan terus menjauh dalam perolehan poin. Ana/Trias kesulitan mengejar ketertinggalan, sehingga pasangan China memastikan gelar juara Australian Badminton Open 2026 usai merebut gim kedua dengan skor 21-13. "Kami tetap mensyukuri hasil ini walaupun belum bisa upgrade. Positifnya di sini kami dapat suasana dan hawa pertandingannya, semoga ke depan bisa seperti ini terus," ujar Trias.
"Ke depan, yang harus ditingkatkan dari segi keyakinan dan lebih nekat, sabar dan tenangnya, juga serta fokus di poin-poin akhir," demikian Ana.


