"Pertandingan hari ini cukup ketat, saya tetap besyukur walaupun hasilnya belum memuaskan," tanggapnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Pemain peringkat ke-35 dunia itu menyatakan telah berupaya menampilkan permainan terbaiknya, meski akhirnya harus mengakui keunggulan Dong. Ubed menilai, momentum pertandingan berubah pada fase akhir gim ketiga, ketika Dong mulai meningkatkan tempo permainan dan lebih banyak menghadirkan variasi di area depan net. Dong, lanjutnya, tampil lebih berani dan agresif dalam memanfaatkan poin-poin krusial, yang pada akhirnya menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.
"Di turnamen ini dia memang bermain sangat baik, dia mempelajari pertemuan pertama kami tahun lalu," katanya.
Meski kalah, Ubed mengaku senang dapat menembus semifinal turnamen level BWF World Tour Super 500 untuk pertama kali dalam kariernya. Namun, ia menegaskan, pencapaian tersebut belum membuatnya puas karena masih banyak target yang ingin diraihnya pada masa mendatang. Atlet muda asal Sampang, Madura, Jawa Timur itu, bertekad menjadikan hasil di Sydney sebagai motivasi untuk terus berkembang dan mengejar prestasi yang lebih tinggi di level internasional. "Masih banyak yang harus diperbaiki dan dievaluasi lagi," pungkasnya.
Sementara itu, Dong melaju ke final yang digelar pada Minggu (14/6) dan berhadapan dengan tunggal putra andalan Indonesia, Alwi Farhan.


