"Di gim pertama kami terlalu terburu-buru mainnya, lawan memiliki keunggulan di power dan speed," kata Trias kepada tim Humas dan Media PP PBSI.
Sementara itu, Ana mengungkapkan, pada gim pertama mereka telah berupaya menerapkan pola permainan sesuai rencana sebelum pertandingan. Namun, eksekusi di lapangan yang terburu-buru membuat penempatan bola beberapa kali kurang optimal. "Di gim kedua kami mencoba untuk tidak mengikuti pola permainan lawan, jadi ada kalanya kami main cepat dan ada kalanya kami main lambat," ujarnya.
Hasil ini juga menjadi kekalahan pertama Ana/Trias dari Liu/Tan. Dengan demikian, mereka menjadi wakil Indonesia pertama di sektor ganda putri yang tersingkir pada babak awal kejuaraan kontinental perorangan tersebut. "Evaluasi ke depannya, kami harus lebih sabar dan jangan terburu-buru, jadi lihat dulu pengembalian bola dari lawan seperti apa," tutur Ana.
Kekalahan ini sekaligus memperpanjang tren negatif pasangan peringkat ke-16 dunia tersebut, setelah sebelumnya terhenti di babak awal pada dua turnamen Eropa, yakni Swiss Open 2026 dan Orléans Masters 2026.


