"Hari ini Alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik. Walaupun belum bisa menang, tetapi kami sudah mencoba yang terbaik," ujar Sabar kepada tim Humas dan Media PP PBSI.
Sabar menilai, duo Fang tampil solid dan tidak mudah "dimatikan", terutama dalam situasi bola bawah serta pertahanan yang cukup rapat. Di sisi lain, lanjutnya, faktor seringnya pertemuan dengan pertandingan yang selalu berlangsung ketat, membuat laga kali ini menjadi tidak mudah untuk dimenangkan.
Sementara itu, Reza mengakui, pada gim ketiga, mereka tampil terlalu terburu-buru. Lain hal dengan gim kedua saat mereka lebih sabar membangun poin melalui pola permainan satu per satu. "Di pertengahan gim ketiga, karena ketat, kami terburu-buru ingin bermain no lob, ternyata lawan lebih siap," tuturnya.
"Evaluasi kami ke depannya, harus ditingkatkan lagi daya tahan dan fokusnya di saat poin-poin akhir, Karena kami banyak lengah di sana," demikian Reza.
Setelah kekalahan pasangan non-pelatnas tersebut, Indonesia kini menyisakan dua wakil di nomor ganda putra, yakni Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri serta Ali Faathir/Devin Artha Wahyudi. Pada perempat final, Jumat (10/4), Fajar/Fikri dijadwalkan bertemu dengan duo Fang, sementara Faathir/Devin akan menantang pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae.


