Dalam pertandingan yang berlangsung di Ningbo Olympic Sports Center, Ningbo China tersebut, menurut Raymond, permainan mereka sejatinya sudah cukup baik, tetapi hasil akhir belum maksimal. Ia menyebut pada poin-poin krusial mereka terlalu sering mengangkat bola, sehingga memberi peluang lawan untuk lebih banyak menekan. "Antisipasi kami terhadap lawan mengira akan banyak menyerang, namun di gim pertama lawan malah melambatkan tempo dan bermain satu-satu," ujarnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Kang/Ki memulai gim pertama dengan permainan ofensif berintensitas tinggi, sehingga mampu unggul sepanjang paruh awal dan menutup interval dengan keunggulan 11-7 dalam tempo tujuh menit. Selepas jeda, mereka tetap menjaga dominasi permainan, dengan beberapa poin krusial tercipta dari permainan cerdik Ki di depan net. Setelah mengantongi sembilan game point, Kang/Ki menutup gim pertama dengan kemenangan 21-11.
Pada gim kedua, Raymond/Joaquin meningkatkan tempo permainan dan mampu memimpin perolehan poin sepanjang paruh awal dan menutup interval dengan keunggulan 11-8. Kang/Ki sempat bangkit dan menyamakan skor menjadi 11-11, tetapi tidak mampu membendung laju Raymond/Joaquin yang kembali menjauh setelah skor imbang 14-14. Dengan mengantongi lima game point, pasangan juara Australian Open 2025 itu memaksakan pertandingan berlanjut ke gim penentu usai memenangi gim kedua dengan skor 21-15.
"Di gim pertama kami kaget dengan pola lawan, kami telat antisipasi. Di gim kedua kami mencoba bermain sesuai tempo permainan kami dan itu berhasil," ungkap Joaquin.
Permainan cepat dengan reli-reli ketat mewarnai gim penentuan. Raymond/Joaquin unggul tipis 11-10 saat interval, dan persaingan sengit berlanjut pada paruh kedua gim ketiga, dengan selisih poin terjauh tiga poin ketika mereka memimpin 17-14. Namun, kegigihan Kang/Ki membuahkan hasil setelah dapat mengantongi satu match point 21-19, lalu menutup gim ketiga dengan kemenangan 25-23, menyusul pengembalian Raymond yang menghantam net.
"Memang di gim ketiga cukup ketat, kami kejar-kejaran poin, dan di setting point pun kami tidak pernah memimpin. Di poin akhir Itu mungkin ada faktor keberuntungan juga. Namun, kami juga banyak mengangkat bola jadi musuh kans menyerangnya lebih besar dari kami," papar Joaquin.
"Lawan memiliki keunggulan di bagian bola-bola drive dan Kang Min Hyuk di depannya nutup, serta defense di arah badannya mereka cukup baik dibandingkan kita buat lari-lari," pungkasnya.


