"Pertama, puji Tuhan sudah selesai tanpa cedera apapun. Nggak expect juga kalau bakal sesengit ini pertandinganya hanya di gim kedua dan ketiganya kami coba buat lebih nggak buru-buru mau balik serang," tanggap Rachel kepada tim Humas dan Media PP PBSI, seusai pertandingan berdurasi 72 menit tersebut.
"Lebih diolah lagi, lebih sadar lagi sama pukulan masing-masing," tambahnya.
Sementara itu, Febi mengakui, di gim pertama, mereka belum cukup tenang saat bermain bertahan, sehingga kerap memberi ruang bagi Lui/Tsang untuk menekan. "Tapi kadang juga terlalu tenang, jadi masih kurang rapi," ungkapnya.
"Beberapa pertandingan terakhir memang kami terus bermain rubber, kami harus meningkatkan komunikasinya mungkin, mau main apanya harus lebih kuat lagi," Febi, menjelaskan.
Indonesia tertinggal lebih awal setelah tunggal pertama, Thalita Ramadhani Wiryawan, kalah dari Lo Sin Yan Happy lewat dua gim ketat 21-23, 19-21. Namun, para srikandi bulu tangkis "Merah Putih" bangkit dan membalikkan keadaan dengan merebut tiga kemenangan beruntun melalui Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, Mutiara Ayu Puspitasari, serta Rachel/Febi. Hasil tersebut membawa Indonesia berbalik unggul sementara 3-1 atas Hong Kong.
Pada laga fase grup berikutnya, Indonesia dijadwalkan menghadapi Jepang. "Lawan Jepang untuk penentuan juara grup, pastinya kami harus menyiapkan dulu kondisinya lalu start awalnya harus langsung bagus. Kalau diturunkan kami siap mau jadi ganda pertama atau ganda kedua," demikian Rachel.


