German Open 2026 - Awal Baik Tiwi/Fadia

Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti (Humas PP PBSI)
Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Mülheim | Ganda putri Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, memulai langkah pada German Open 2026 dengan kemenangan atas Kathrine Vang/Mette Werge, Rabu (24/2). Bertanding di Westenergie Sporthalle, Mülheim an der Ruhr, Jerman, Tiwi/Fadia menang dua gim langsung 21-8, 21-14 atas pasangan asal Denmark tersebut dalam tempo 33 menit.

Tiwi/Fadia langsung menerapkan permainan menyerang sejak awal gim pertama dan meraih enam poin beruntun. Vang/Werge menghentikan laju tersebut setelah pengembalian Tiwi keluar lapangan. Namun, Tiwi/Fadia tetap menekan dan unggul 11-4 pada interval gim pertama.

Seusai interval, Vang/Werge meraih dua poin berturut-turut melalui reli panjang. Tiwi/Fadia membalas dengan lima poin beruntun untuk memimpin 16-6 dan terus menjaga keunggulan hingga memperoleh 12 game point pada skor 20-8. Tiwi/Fadia menutup gim pertama dengan kemenangan 21-8 dalam tempo 13 menit.

"Alhamdulillah pada pertandingan hari ini kami bisa meraih kemenangan dengan baik. Di gim pertama, kami sudah menerapkan pola permainan seperti yang biasa kami mainkan dan itu berjalan cukup lancar sehingga bisa menang dengan cukup meyakinkan," jelas Tiwi melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI pada Kamis (25/2) dini hari WIB.

Pada awal gim kedua, Vang/Werge meningkatkan tempo permainan dan langsung meraih dua poin beruntun. Tiwi/Fadia mampu meredam tekanan tersebut dengan menyamakan kedudukan 3-3, lalu berbalik unggul 6-3. Vang/Werge terus memberikan perlawanan hingga skor kembali imbang 6-6, kemudian memimpin 11-9 saat interval.

Selepas jeda, persaingan berlangsung ketat dengan skor sama kuat terjadi pada kedudukan 11-11, 13-13, dan 14-14. Tiwi/Fadia kemudian mengambil alih kendali dengan merebut enam poin beruntun sekaligus meraih enam match point pada skor 20-14. Mereka memastikan tiket ke babak 16 besar setelah mengunci kemenangan gim kedua dengan skor 21-14.

"Pasangan Denmark mulai mencoba bermain lebih panjang dan mengubah ritme permainan. Kami sempat terbawa pola tersebut dan tertinggal poin. Namun, kami mencoba tetap mengikuti tempo lebih dulu, lalu ketika ada celah untuk mengubah pola, kami langsung melakukan penyesuaian dan kembali ke permainan yang kami inginkan," papar Tiwi.

Sementara itu, Fadia mengakui, di gim kedua mereka sempat terkejut dengan kondisi lapangan yang berbeda dibandingkan saat latihan sehari sebelumnya, dengan embusan angin di arena pertandingan cukup memengaruhi laju kok. "Tapi kami segera berkomunikasi lagi di lapangan, dan juga sempat berdiskusi dengan coach Titin (Nitya Krishinda Maheswari) untuk menenangkan diri dan menyesuaikan permainan supaya lebih nyaman," pungkasnya.