Lin membuka pertandingan dengan merebut empat poin beruntun. Meski Jojo, sapaannya, dapat menghentikan momentum tersebut, Lin tetap mampu menjauh dan menutup interval gim pertama dengan keunggulan enam poin, 11-5, hanya dalam tempo tujuh menit.
Selepas jeda, pertandingan justru berjalan berat sebelah. Lin tampil dominan dengan merebut delapan poin berturut-turut dari kedudukan 10-5 hingga 18-5. Jojo dapat menghentikan momentum dan menambah perolehan poin, tetapi Lin tetap tak terbendung setelah mengantongi 10 game point dan menutup gim pertama dengan kemenangan 21-10.
Di gim kedua, pemain peringkat ke-14 dunia itu kembali membuka laga dengan dua poin beruntun. Namun, Jojo mampu memberikan perlawanan sehingga duel ketat tersaji dengan selisih poin tak pernah lebih dari dua poin sepanjang paruh pertama gim kedua ini. Jojo dapat keluar dari tekanan dan menutup interval gim kedua dengan keunggulan 11-9 dalam durasi 12 menit.
Seusai interval, Jojo menemukan ritme permainan yang tepat untuk meladeni perlawanan Lin dengan merebut tiga poin beruntun dan berbalik unggul 13-10. Namun, Lin mampu membalas dengan menahan laju Jojo hingga menyamakan skor 14-14. Jojo kemudian kembali mengambil kendali melalui dua smes beruntun yang gagal dikembalikan lawan untuk memimpin 16-14, kemudian memperbesar keunggulan menjadi 18-15 di pengujung gim kedua.
Namun, Lin kembali menunjukkan ketangguhannya pada poin-poin kritis dengan meraih poin demi poin hingga menyamakan kedudukan 18-18. Ia kemudian mencatatkan lima poin beruntun untuk mengantongi dua match point pada skor 20-18, kemudian menutup gim kedua dengan kemenangan 21-18.


